Menyongsong Kemenangan

islam.jpg

Saudaraku,…

Pernahkah kita membandingkan dua kondisi berikut:

Anak-anak dengan tangan-tangan kecilnya yang halus menggenggam batu, tapak-tapak mereke diiringi musik desingsn peluru, yang bagi mereka itulah musik syurga..

Degup jantung mereka , subhanallah,… berisi kerinduan menegakkan kalimatullah

Tiada yang mereka khawatirkan saat itu, nyawa sekalipun…

Sedangkan kita?

Mungkin kita bisa menjawabnya dengan enteng : ”Ah,..itu kan di Palestina.” Ya, alhamdulillah kita berada di lingkungan yang relatif tenang, terlindungi dari serangan frontal. Namun bukan berarti kita terbebas dari perang yang bernama “Ghozwul Fikri”, sebuah perang yang bertujuan menjauhkan ummat muslim dari agamanya. Serangan dalam perang ini banyak sekali dan telah merasuk menjadi bagian dari keseharian kita tanpa kita sadari, seperti isu Islam teroris, Islam membingungkan, Islam

garis keras-ekstrimis, Islam ya Islam tapi yang biasa-biasa sajalah-tidak perlu ngoyo, semua agama itu benar, jilbab hanya tradisi, bukan syariat, pacaran-berkhalwat sah-sah saja, dan masih banyak isu-isu lain yang dihembuskan yang mengaburkan perbedaan antara yang haq dan yang batil. Bahkan lebih

dari itu, kristenisasi pun merajalela. Astaghfirullah…


“ Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekefiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran…”(Q.S Al Baqarah:109)

…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran, seandainya mereka sanggup…”(Q.S. Al Baqarah:217)


Semangat Kemenangan


Fikrah pertama, Ta’ashub (fanatik) terhadap risalah Allah SWT
.

Sumber utama dan pertama yang menjadi dasar pengambilan rujukan generasi pertama adlah Al-Quran. Hanya Al-Quran. Hadist Rasululah beserta petunjuk-petunjuk praktisnya hanya merupakan refleksi sumber utama. Rasulullah membatasi sumber pengambilan generasi pertama, ketika pada masa takwin arrijal (pembentukan) hanya kepada kitabullah semata. Hal tersebut dimaksusdkan untuk membersihkan jiwa dan orientasi mereka. Karena itu, Rasulullah menunjukkan kemarahannya ketika Umar ibnul Khattab mencoba mengambil sumber lain (Taurat). Rasulullah juga mengokohkan keyakinan mereka bahwa risalah yang ada di hadapan mereka merupakan risalah yang paling mulia, paling tinggi dan paling sempurna. Ia adalah kebaikan, selainnya adalah keburukan. Ia adalah kebahagiaan, selainnya adalah kesengsaraan.

Fikrah kedua, Mengkuduskan Ukhuwah Islamiyah

Wujud konkrit dari ukhuwah Islamiyah berasal dari penyesuaian hati kepada fitrah sebagai hamba Allah yang telah terbebas dari unsure-unsur yang mengotori hati itu. Tegasnya, ukhuwah Islamiyah yang fitrah itu tidak akan pernah terwujud dengan baik apabila jiwa dan tubuh ummat ini tidak mencoba menyesuaikan diri kepada fitrah, dengan memurnikan ketaatan dan menunjukkan ketaatan kepadaNya. Kesucian, keluhuran dan keeratan Ukhuwah Islamiyah dapat berangsur hilang dan menguap jika salah satu subjek pelaku Ukhuwah itu mengabaikan nilai-nilai Ilahiyah. Inilah hakikat darisebuah jargon abadi Ukhuwah Islamiyah, ”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara… (Q.S.Al Hujurat: 10)

Lebih lanjut Rasulullah SAW memberikan perumpamaan terhadap ukhuwah Islamiyah dalam hadistnya yang sudah kita kenal, ”perumpamaan orang yang beriman dalam berkasih saying adalah mereka itu seperti tubuh yang satu. Apabila mengaduh salah satu dari anggota tubuhnya, maka memanggil ke seluruh tubuhnya sehinnga terjadilah ia ikut merasakan panas atau demam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam kenyataan di lapangan kalimat Rasulullah SAW ini dibuktikan beliau denagan menegakkan Ukhuwah sebagai langkah teknis sdan strategis dalam mempercepat proses integrasi kaum Muslimin saat itu. Untuk itu Rasulullah merintisnya dengan terlebih dahulu mengkondisiksn ruhiyah para sahabat sehingga terjalin ikatan yang kuat dan menyatukan hati maupun pikiran mereka. Dari situlah kemudian tercipta sebuah tatanan system keummahan, cita-cita dakwah Rasulullah SAW.Oleh karenanya, dengan menegakkan ukhuwah Islamiyah kita sebenarnya sekaligus membangun cita-cita keummahan, sebuah tatanan masyarakat Islam.

Fikrah ketiga, Jamaah yang solid.

Yang dimaksud jamaah yang solid adalh jamaah yang tidak dibatasi oleh mahdzab tertentu, tidak dimonopoli oleh masyarakat tertentu dan kepemilikannya tidak boleh diklaim oleh kelompok tertentu. Singkatnya, mereka adalah yang bekerja sama melibatkan siapam saja yang ikut andil dalam menyerukan Islam. Ditangan merekalah berkumpul semua harapan dan impian. Harapan untuk mengembalikan rasa percaya diri kaum muslimin. Mereka membuang semua rasa kebimbngan yang telah diwariskan dari kekalahan-kekalahan yang dialami ummat ini. Mereka yang akan membangkitkan jiwa, menajamkan hati, dan menajamkan nurani dan perasaan.

Baris Baru Kader Dakwah

“Telah sekian lama aku bergaul dengan banyak orang

Pengalaman-demi pengalaman menempaku

Tiada hari datang padaku kecuali menyenagkan di jumpa-jumpa pertama

Namun menyakitkan jua di akhirnya”


Syair tersebut adalah ungkapan kekecewaan seorang penyair terhadap kondisi pemuda. Sosok pemuda, terutama kader dakwah hari ini penampilan mereka pada awalnya selalu memberikan kesan yang menyenagkan. Mampu melambungkan harapan akan sebuah perbaikan. Namun, semakin mendalam perkenalan berjalan, semakin banyak kelemahan yang terungkap. Hingga akhirnya kekecewaan memenuhi diri, menyadari harapan yang diberikan terlalu besar dari kenyataan yang ada pada sosok pemuda. Kepada parapemuda dakwah hal ini harus ditegaskan. Saat ini adalah bagian dari masa penantian. Hari-hari yang menentukan. Setiap detik yang tersedia dioptimalkanuntuk menyongsong kesempatan membuat perubahan. Menyongsong kemungkinan datangnya satu fase kemenangan. Dan sebagaimana yang seharusnya terjadi, perhatian dan kerja tidak saja diberikan untuk ekspansi ‘keluar’, namun justru lebih banyak untuk introspeksi ‘kedalam’.

Beban atau Solusi Perjuangan

Mari kita bertanya pada diri kita, apakah kita adalah solusi ataukah beban dalam dakwah ini?Sesungguhnya dakwah ini tidak pernah meminta sesuatu dari kita. Kita dating dengan kesadaran, melihat dan mengetahui kebutuhan untuk berhimpun dalam barisan perjuangan. Tidak ada keharusan, tidak ada paksaan.Maka koreksi lagi keluhan dan keberadaan kita. Kalau kita sudah menganggap daklwah ini memberatkan, menyingkirlah. Allah akan mengutus generasi baru yang lebih siap dan lebih bagus sdari kita.Jika kesadaran akan hal ini sudah kembali kita miliki, maka sambutan palng tepat adalah:”Selamat bergabung, Saudaraku!”Inilah jalan yang selalu menyediakan lowongan pekerjaan. Inilah jalan yang selau menuntut penyempurnaan. Inilah jalan yang hanya menerima kebersihan. Dengan semua itu kita akan selau berkembang. Kita akan selau meyakini kebenaran tapak kehidupan yang kita torehkan dalam sejarh. Kita kan berujung pada kemenangan hakiki. Kemenangan besar yang Allah janjikan. Inilah seruan kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat perjuangan. Seluruh jamaa’h Islam hari ini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertunggal dari kafilah, meskipun sesaat.

Epilog

Saatnya kembali berpikir. Kemenangan bukanlah suatu titik akhir. Kemenangan adalah hasil sebuah proses yang menuntut perjalanan panjang sebuah proses yang lain lagi. Karena bagi seorang mukmin, kemenangan hakiki adalah saat berjumpa dengan Allah dengan senyum kebahagian tersungging kelak..

Demikianlah. Masih terlalu panjang perjalanan dan masih selalu sedikit kekuatan. Maka teruslah berjalan dan lipatgandakan kesabaran. Karena kemenangan tideaklah dating begitu saja; tetapi sebuah titik yang harus diraih dengan darah dan air mata.

“Sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul(yaitu) sesungguhnya mereka yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menanga.”(Q.S. Ash-Shaffat:171-173)

Wallahu a’lam bisshowwab.

Diolah dari berbagai sumber.

    1. Ditulis dalam dakwah. Leave a Comment »

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s

      %d blogger menyukai ini: