aroma kristenisasi di manokwari

injil.jpgMeningkatnya ghirah berislam di Indonesia yang ditandai dengan diterbikannya Perda-Perda berbasis Islam seperti di Tangerang, Tasikmalaya, Marisa dan banyak kota/kabupaten di Indonesia ternyata membuat gerah para musuh Allah. Mereka tak mau kalah. Di Manokwari, yang akan dicanangkan sebagai Kota Injil, saat ini sedang disusun rancangan Peraturan Daerah yang berbasis Injil. Terdapat beberapa hal yang dipaksakan dalam raperda tersebut, diantaranya :

1. Pelarangan pemakaian busana muslimah di tempat-tempat umum

2. Pembolehan pemasangan simbol-simbol kristen di kantor-kantor dan tempat-tempat umum

3. Pelarangan membangun masjid di daerah yang sudah ada gereja. Bila akan membangun masjid, harus dengan izin 3 organisasai masyarakat yang anggotanya berjumlah 150 orang.

Keterlaluan memang. Mereka sendiri yang memulai benih-benih perpecahan. SARA. Makar. Mentang-mentang mayoritas berbuat sewenang-wenang. Ini jelas-jeas melanggar HAM. Melanggar Pancasila dan UUD 1945. Padahal dimanapun meskipun umat muslim mayoritas, hak-hak non-muslim dilindungi.

Raperda ini telah menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI), Prof Eko Prasojo, misalnya, menilai upaya itu merupakan bentuk pelaksanaan otonomi daerah (Otda) yang kebablasan. ”Perda seperti itu berpotensi menciptakan daerah yang tersekat-sekat berdasarkan agama, budaya atau suku,” katanya kepada Republika, Sabtu (24/3). Fraksi PKS DPR RI malah menilai usulan itu bertentangan dengan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menilai tak boleh ada Perda yang hanya berlaku untuk satu etnis, agama atau suku tertentu.(ROL, Senin 26/3).

Jika mereka tetap ngotot untuk mengesahkan perda tersebut, artinya mereka mengajak ‘perang’ umat Islam. Umat Islam yang bagaikan satu tubuh dimanapun berada akan selalu siap membela saudara-saudaranya di Manokwari sana. Bagaimana dengan kita?

NB :

Berita selengkapnya dapat Anda baca di http://www.republika.co.id tanggal 23 Maret 2007 dengan judul ‘Pemda Manokwari Godok Raperda Berbasis Injil‘ dan tanggal 26 Maret 2007 dengan judul Raperda Kota Injil, Otda yang Kebablasan’

Ditulis dalam dakwah. 19 Comments »

19 Tanggapan to “aroma kristenisasi di manokwari”

  1. son of God Says:

    Perda tersebut( Monokwari )ada dikarenakan ada dan timbulnya perda yang tidak sejalan dengan keberanekaragaman bangsa Indonesia, seperti contohnya Perda di Sumatera Barat yang mewajibkan seluruh wanita diwajibkan harus memakai Jilbab. apakah karena dinegara ini mayoritas berpenduduk Muslim sehingga dapat berbuat sesuka hati dan seenak udelnya. INI NEGARA HUKUM BUKAN AGAMA!!!

  2. gama2 Says:

    anda seorang nashrani?
    meneurut saya perda yang bernuansa Islam tersebut bukanlah perda yang “saenake udele dhewe” seperti yang saudara sebutkan. perda tersebut bertujuan baik untuk membentuk akhlaq bangsa kita yang mengalami degradasi moral ini.perda tersebut sangat bermanfaat sebagai dasar untuk memberantas maksiat yang dilakukan masyarakat.Contohnya di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, angka kriminalitas menurun sejak minuman keras diperdakan karena memang minuman keras apapun bentuknya sering menjadi pemicu untuk bertindak kriminal.
    negara ini memang buakn negara agama tapi juga bukan negara sekuler.perda tersebut juga telah melalui proses demokratis, tak bertentangan dengan UU di atasnya seperti UUD 1945, UU tentang Zakat, UU tentang Haji yang juga bernuansa Islam.
    setahu saya yang diwajibkan untuk pake jilbab cuma orang beriman yang mengimani Allah dan Rasulnya, jika tidak ya untuk apa pake jilbab..

  3. robert mandagie Says:

    Salam dalam Kasih Tuhan!

    Perkembangan agama Kristen diPapua sejak Papua menjadi bagian dari republik tercinta Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan. Selama ini telah terjadi kemerosotan iman dari warga Kristen terutama dikalangan masyarakat adat Papua. Kurang adanya perhatian dari tokoh tokoh agama Kristen diluar Papua terhadap warga Kristen yang belum maju (orang adat) diPapua. Kedatangan pendatang Kristen kebanyakan hanya tertarik untuk mencari nafkah karena Papua memang kaya dengan sumber daya alam tanpa memperdulikan penderitaan warga Kristen dipedalaman Papua. Dapat dilihat banyak karyawan, pengusaha pendatang juga beragama Kristen mencari nafkah diproyek proyek seperti Freeport, perminyakan, gas alam Tangguh dan lain lain ternyata berdomisili diluar Papua. Lain halnya dengan kaum pendatang yang mayoritas beragama Islam. Warga pendatang Muslim banyak yang taat berdoa (bangun pagi pagi dan sudah mulai beraktivitas), tekun bekerja dan mencari nafkah sampai kepedalaman Papua bahkan menetap dipedalaman, mereka dapat menjadi contoh yang baik. Keberadaan warga Muslim diPapua banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak sesama saudara Muslim diluar Papua. Kurang perhatian dari pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dimasa masa lalu terhadap agama Kristen telah membuat perkembangan agama Kristen dipapua terpuruk. Tingkah laku banyak pemeluk agama Kristen diPapua tidak dapat lagi mencerminkan ajaran Yesus Kristus. Kwalitas penginjilan dari misionaris Kristen diPapua jaman sekarangpun kurang dari kwalitas penginjilan dari misionaris jaman dulu. Kabupaten Manokwari merupakan pintu masuk agama Kristen dekat dengan daerah explorasi gas alam terbesar di Indonesia bernama Tangguh.
    Kedatangan pendatang untuk mencari nafkah disana perlu mendapat perhatian, jangan sampai membawa pengaruh negatif yang menyebabkan semakin merosot iman Kristiani dimasyarakat. Karena sejarah menulis diManokwari pertama masuknya agama Kristen, maka baiknya perlu dibuat suatu aturan aturan yang melindungi eksistensi agama Kristen. Keberadaan aturan aturan tersebut jangan sampai kelak menjadi contoh yang buruk dan juga jangan sampai menindas pemeluk agama lain terutama Islam karena Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan bentuk penindasan tetapi Yesus mengajarkan melindungi dan mencintai yang tertindas. Persaudaraan tanpa memandang perbedaan kepercayaan dikalangan orang adat Papua juga perlu dijaga. Yesus Kristus didalam INJIL mengajarkan Kebenaran, Kasih terhadap sesama manusia dan Kedamaian. Semoga hal ini terwujud sesuai dengan harapan banyak rohaniawan
    diPapua. Mengikuti Firman Yesus Kristus secara benar akan membawa KEDAMAIAN diManokwari. Sangat disayangkan masih banyak tokoh tokoh Kristen baik Katolik maupun Protestan terutama yang berdomisili diluar Papua menilai keberadaan RAPERDA berbasis Injil di Manokwari sebagai akibat munculnya PERDA Syariah Islam dikabupaten kabupaten lain. Seakan akan ini merupakan balasannya. Tokoh tokoh Kristen diluar Papua cenderung memberi pernyataan negatif terhadap RAPERDA berbasis Injil diManokwari dari pada memikirkan apa yang telah dan akan mereka perbuat untuk kemajuan orang orang Kristen dipapua. Salahkah jika muncul PERDA berbasis Injil diManokwari? Jelasnya pendalaman Injil sangat dibutuhkan!

  4. member Says:

    Untuk lebih jelasnya, silakan baca http://www.swaramuslim.com/ tentang gejolak kristenisasi di Indonesia. Tidak hanya di Papua. Semua agama tidak memperbolehkan pemaksaan!

  5. muhammad kosim LA Says:

    pada prinsipnya tidak masalah setiap daerah menyusun dan menerapkan perda “agama”, silahkan saja Kristen buat kota Injil dan terapkan hukum kristen, TAPI INGAT BOSSSSS, JANGAN HALANGI AGAMA ORANG LAIN……..!!!
    Terapkan Perda itu untuk agama Kristen, bukan pada semua orang….!!!!
    Di Padang ada Perda Jilbab, tapi untuk PUTRI ISLAM, bukan bagi KRISTEN.

    SELAIN BERTENTANGAN DENGAN UUD 1945, juga BERTENTANGAN DENGAN AJARAN KRISTEN. Saya yakin tidak ada ajaran Kristen yang mencegah orang yang menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya.

    Jika umat Kristiani Monakwari menetapkan Perda melarang Jilbab tersebut, jelas hal ini membuktikan AGAMA KRISTEN ANTI TOLERAN dan JELAS AGAMA SALAH KAPRAH…

  6. hamba tuhan Says:

    memang orang beragama ituabaik akan tetapi memaksakan agama itu tidak baik, pada hakikatnya semua agama itu baik dan tujuan dari kesemua agama itu baik karena memiliki dasarnya masing masing.untuk itu kita semua harus membuka hati kita untuk saling menghormati antar agama,ciptakanlah perdamaian dunia.
    jika ada pemajsaan seperti ini sayalah orang pertama yang mengatakan sangat sangat tidak setuju.
    agama merupakan urusan individu dengan tuhannya jadi tidak boleh bersinggungan denngan yang lain.dalam islam sendiri ada dua hak yang yang perlu diketahui dan dijalankan oleh umat islam yaitu haqullah [haq pada tuhannnya] dan haquladam[haq untuk menghormati hak hak orang lain atau agama lain]
    jika umat muslim memiliki hukum seperti ini yang sangat baik kenapa kristen harus memaksa padanya kok tidak yang lain .
    yang menjadi pertanyaannya kenapa umat kristen yang katanya agama kasih sayang ,dimana letak kasih sayang itu?AGAMA MACAM APA ITU? “MENCURIGAKAN SEKALI”

  7. hamba ALLAH Says:

    maksa banget sich!!! cape’ d!!!

  8. Ymmot Says:

    klo banyak orang2 yang bersuara bukan untuk kemanusiaan n kebangsaan Indonesia dan hanya untuk mencari kesalahan satu dengan yang lain seperti ini…
    yang ada bisa jadi Lebanon ke 2…

    itu negara yang kaya sumber daya-keya keragaman cuma TOLOL mau aja dikendalikan oleh kekuatan2 asing (Timur tengah [sunni; Syiah]; Israel; Eropa; n USA) akhirnya perang antar saudara. dan sekarang berada di ambang KEHANCURAN.. Sungguh bodoh sekali negara ini…

    coba teman2 baca kembali dan dalami sungguh2 Pancasila kita… Founding Fathers kita tidak main2 membuat Pancasila ini sebagai konstruk pondasi bernegara dan bermasyarakat di tanah tercinta ini…
    mereka menyusun dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa dan dengan melingkupi seluruh rakyat Indonesia di dalamnya atas nama Tuhan YME (sila 1) … dan coba lihat sila2 yang lain sebagai penerapan dalam berbangsa dan bermasyarakat…

    hei orang2 Indonesia jangan tolol, mau ditunggangi n dimanfaatkan kekuatan asing, baik dari Timur Tengah, Eropa, USA, bahkan negara2 lainnya…

    mana warnamu??? maja jiwa kebangasaanmu???

    SAYA ADALAH WARGA NEGARA INDONESIA…
    SAYA BLASTERAN CINA-JAWA TIMUR, KTP SAYA MENYEBUTKAN AGAMA SAYA KATHOLIK, WALAUPUN SUDAH BANYAK HAL BURUK YANG TELAH SAYA ALAMI…

    TAPI TETAP WARNA SAYA MERAH PUTIH DAN TETAP SAYA INDONESIA…


    BUKAN APA YANG TELAH KUDAPATKAN DARI BANGSA INI, TAPI APA YANG TELAH KUBERIKAN UNTUK BANGSA INI? SAYA BELUM MAKSIMAL…

    bangsa ini kalu bersatu punya potensi yang besar didalamnya, lihat negara2 tetangga kita… mereka takut bila negara kita bisa bersatu dan maju, begitu juga negara2 di eropa, timur tengah, eropa, asia, dll… agar kita tidak bersatu sebagai negara besar, hal yang paling mudah adalah mereka manfaatkan keragaman negara kita untuk menghambat persatuan kita!!!

    apa yang terjadi sekarang!!! kita dibodohi oleh orang2 asing, yang datang dan merusak perdamaian negara ini membuat sesama saudara saling bunuh, saling tuding, salign caci maki, dan saling curiga…
    Eh… malah orang asing yang kaya gitu yang diangung2kan…

    ayo teman2 Indonesiaku kita bersatu bangun negara ini.. entas siapa engkau.. dari mana.. apa identitasmu.. ayo tunjukkan dan berikan yang terbaik untuk negara ini…

    Assalam mualaikum Wbrkt…
    Shaloom…
    Om Swastiatsu…

  9. riZ Says:

    ahhh,, smua orang kristen itu bullshit… pinter omong kosong… pinter ngindar,, silat lidah….
    terserah kalianlah para iblis,, yang jelas kalian itu pengacau sejati… terutama kristen yahudi,,,
    you’ll get my revenge soon..

    prepare for it,,,

  10. andi Says:

    RASANYA GIMANA?? SAKIT BUKAN?
    Makanya….Jangan mentang2 MAYORITAS di Indonesia Barat, so Kalian mo se enaknya saja buar PERDA SYARIAH…
    Nah Kalo di PAPUA BARAT yg Notabene MAYORITAS KRISTIANI membuat Perda INJIL?? Gimana??
    Pokoknya saya sebagai Orang PAPUA BARAT (SORONG) SANGAT MENDUKUNG PERDA INJIL MANOKWARI, BERHARAP BERIKUTNYA TERJADI DI KABUPATEN DAN KOTA SORONG yg Notabene MAYORITAS KRISTIANI.

  11. RONNY Says:

    negara kita bukan negara hukum,tp negara agama.,karna banyak daerah-daerah yang membuat peraturan tentang agama.,apa salah kalau buat PERDA tentang agama mayoritas di suatu daemrah tertentu…….???????

  12. momot-Revallow Says:

    kalau papua mau terapkan aturan tentang kristen,itu sah-sah saja,karna memang daerah nya mayoritas kristen,jadi kenapa harus banyak protes…????..Aceh kan punya PERDA tentang aturan-aturan islam..kenapa papua mau buat PERDA tentang kristen,kok banyak yang protes…??????…memang salah papua tidak boleh seperti aceh..???

  13. lie Says:

    Ngomong soal agama mmg g ada hbsnya..
    Kata anda hak-hak non muslim dilindungi,,lalu bagaimana dengan mereka yang ada di aceh? saat ditetapkan syariat islam ?yang saya dengar baik muslim atau non muslim WAJIB make kerudung..yang mulai duluan siapa???
    g takut kena tsunami lagi kayak di aceh yang katanya sehari sebelumnya orang2 kristen ditentang merayakan natal?
    N yang jelas agama g saya perdebatkan mana yang betul,,karena bukan agama yang akan meyelamatkan saya,,tapi TUHAN saya YESUS KRISTUS..
    Tx..

  14. calvin Says:

    jangan ganggu orang papua

  15. guest Says:

    Wah aku sungguh ketinggalan berita nih. Aku malah baru denger berita ini. padahal ternyata muncul setahun yl. Tapi pertama kali mendengar berita ini saya kok malah bingung antara pingin ketawa atau iba. Ternyata bukan hanya di dunia bisnis saja yang “LATAH” (ikut-ikutan) ternyata dalam urusan Agama juga bisa ikut-ikutan.🙂 Saya menghimbau kepada masyarakat Manokwari mbokyao kalo mo “LATAH” pake study banding dulu. Jangan asal LATAH dan membabi buta gitu. Yang agak sedikit KREATIF lah…

  16. tri ary Says:

    adik temen saya yang di PADANG jelas2 merasa tertekan dengan pemberlakuan wajib JILBAB di sekolah. padahal dia adalah KRISTEN. kalo masih ngotot bahwa perda itu hanya untuk kaum muslim..mending tanya sendiri aja.
    Lagian untuk apa sih ngurusin soal pakaian??? kurang kerjaan pa?? KALIAN itu lupa hidup di mana… INDONESIA tuan…nyonya… adat budaya indonesia tidak mengenal jilbab, cadar, kathok congklang….COba sekarang dipikir…kenapa ada pakaian penutup kepala? ya karena di daerah arab dan sekitarnya (timur tengah) memang memerlukan pakaian seperti itu untuk menangkal angin yang membawa debu dan pasir. Jadi itu adat mereka di sana..bukan PAKAIAN ISLAM!!! Orang2 yang menganut KATOLIK ORTODOKS juga menggunakan pakaian itu (kerudung kepala, dsb). IRONIS sekali seolah2 kalian itu sudah terlalu PINTAR padahal pengetahuan kalian itu cuma didasari DOKTRIN dari kyai, ulama yang pengetahuan agamanya juga perlu DIPERTANYAKAN!!! Tau beneran atawa cuma “katanya….”, “menurut hadist”. COBALAH BERPIKIR SECARA LOGIS!!! belum tau malah mencurigai agama orang lain!! pelajari dulu agama kamu! apa ya kalian tu PAHAM betul isi ALQURAN atau cuma HAPAL?? kalo cuma hapal sih…ga usah jadi islam juga bisa hapal….

  17. anak Sorong Says:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    saya bingung juga kenapa sampai ada peraturan seperti itu?????? 22 tahun lalu saya lahir di sorong, besar disana bergaul dengan bermacam-macam suku biak, serui, moi, kokoda, fak2, jawa, bugis dan masih banyak lagi…dalam bergaul saya tidak pilih2…agama islam, kristen, hindu, budha semuanya sy jadikan teman…bahkan dikompleks kami di rufei sorong muslim cuma 5 keluarga…lainnya kristen n ada juga hindu..tapi selama itu kami rukun selalu…klo ada makanan banyak dibagi2, ada acara kita baku bantu, ada orang sakit kita pergi jenguk…sampai suatu saat tahun 1998 ada orang2 dari luar sorong yang bikin hubungan ini renggang…menyedihkan..sangat…gr2 orang itu sy kehilangan teman baik…n akhirnya kami harus pindah rumah…sekarang ini di sorong banyak orang munafik…pura2 baik padahal cuma mau bt hancur sorong….buat orang2 yang merasa sudah jadi orang sorong padahal cuma mau cari perlindungan saja…jangan cm bisa buat isu yang meresahkan masyarakat. minimal klo memang punya niat seperti itu saling menghargai ko saja…jangan menjustifikasi tanpa belajar terlebih dahulu…karena bisa saja kau yang telan ludahmu sendiri…masalah pemakaian jilbab itu adalah kewajiban wanita islam..jadi yang bukan islam tidak mungkin dipaksa pakai jilbab (pasti ko juga tidak mau toh?)…makanya coba ko pikir2 klo di manokwari wanita islam dilarang pake jilbab…itu artinya pelanggaran aqidah n itu sangat urgent..klo ada wanita islam yang belum pake jilbab itu artinya dia belum mendapat hidayah dari Allah n kita doakan saja mudah2an dia bisa jadi muslimah yang baik…n tidak perlu juga ko pusing2 pikir orang itu klo ko tidak mengerti tentang islam..jadi sy cuma mo bilang pikir2 ko dulu sebelum bicara…banyak2 belajar biar tidak asal buat perda yang cuma bisa buat masalah….intinya islam agamaku…kristen agamamu…masing2 kita saling menghargai dalam beribadah….tidak ada yang salah toh!!!kecuali ko orang yang mau lihat IJB hancur…bertaubatlah…mending kita pikir itu anak2 sorong yang sudah banyak kena narkoba dan seks bebas, masih banyak saudara kita yang susah cari makan, banyak juga yang tidak sekolah, suka mabuk2, orang luar negeri yang ambil kekayaan alam kita seperti di freeport..HIV di papua paling banyak…aduh kenapa juga kita tidak berfikir untuk kebaikan semua orang..pantas saja IJB susah maju masalahnya kita terlalu sering main2 api…tapi saya sebagai anak asli sorong tetap optimis suatu saat nanti kami akan bersama-sama lagi tidak pandang suku atau agama…sekali lagi bagi ORANG2 YANG MAU KASIH HANCUR IJB KO PIKIR2 DULU KARENA KAMI LEBIH CINTA DAMAI DARIPADA BANYAK KORBAN KARENA KEPENTINGANMU….JANGAN KO KETAWA DI BELAKANG PENDERITAAN KAMI…sy yakin semua anak2 generasi muda IJB juga ingin kondisi yang aman…af1 klo ada yang tersinggung..wassalam

  18. JOSHEPH Says:

    ALLAHU AKBAR!!!!
    Hidup Mati ku HANYA UNTUK ALLAH SWT!!!!
    Tobatlah Wahai Umat2 Kristiani!!!
    Ikutilah jejak saya sebagai umat ISLAM!!!

  19. JOSHEPH Says:

    Kalau ada tuhan Bapak, Ibu, ANAK!!Maka di manakah KAKEKNYA!!!
    Marilah kita gunakan akal pikiran kita yang sehat,Tuhan ITU BUKAN MAKHLUK!! Yang mempunyai karakteristik untuk berkembang biak??!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: