Ternyata tak mudah untuk bersabar, baik dalam kesenangan maupun kesusahan, menjalankan ibadah dan melaksanakan perintah maupun dalam menjauhi larangan.
Aku sedang mencoba untuk bersabar dalam penantian panjangku, menunggu kedatangan suamiku yang hingga kini masih jadi rahasia besar dalam hidupku. Suami yang kudambakan dapat menjadi teman hidupku, mengiringi langkah-langkahku, menjadi penjaga hatiku.
Suamiku, dimanakah dirimu? Bagaimanakah caranya kita bertemu? Hmm…no body knows..Hanya ALLAH saja yang Maha Tahu segalanya.Di tanganNya tergenggam segala rahasia.
Ya Allah, sungguh aku merindukan kehadirannya. Semoga dengannya dapat ku raih cintaMu, ridhaMu.Pula aku berdoa semoga denganku suamiku dapat menggapai cintaMu.kuharapkan langkahku dan langkahnya serempak di jalanMu tuk menggapai ridho Mu.Dalam setyiap do`a kupinta semua itu. Maafkan aku ya Rabb, jika doaku berlebihan, namun itulah yang aku rasakan saat ini, Engkaupun tahu itu.
Jujur aku iri pada orang-orang yang kini sedang berbahagia karena sudah bertemu dengan sang belahan jiwa. Semoga aku bukan termasuk golongan pendengki, aku Cuma ingin merasakan kebahagiaan yang sama, itu saja. Tentu ridhaMulah yang kuharapkan dalam kebahagiaan yang kuinginkan.
Manna, menjelang tengah malam
8 Februari 2007
20 muharram 1428 h