Menyongsong Kemenangan

islam.jpg

Saudaraku,…

Pernahkah kita membandingkan dua kondisi berikut:

Anak-anak dengan tangan-tangan kecilnya yang halus menggenggam batu, tapak-tapak mereke diiringi musik desingsn peluru, yang bagi mereka itulah musik syurga..

Degup jantung mereka , subhanallah,… berisi kerinduan menegakkan kalimatullah

Tiada yang mereka khawatirkan saat itu, nyawa sekalipun…

Sedangkan kita?

Mungkin kita bisa menjawabnya dengan enteng : ”Ah,..itu kan di Palestina.” Ya, alhamdulillah kita berada di lingkungan yang relatif tenang, terlindungi dari serangan frontal. Namun bukan berarti kita terbebas dari perang yang bernama “Ghozwul Fikri”, sebuah perang yang bertujuan menjauhkan ummat muslim dari agamanya. Serangan dalam perang ini banyak sekali dan telah merasuk menjadi bagian dari keseharian kita tanpa kita sadari, seperti isu Islam teroris, Islam membingungkan, Islam

garis keras-ekstrimis, Islam ya Islam tapi yang biasa-biasa sajalah-tidak perlu ngoyo, semua agama itu benar, jilbab hanya tradisi, bukan syariat, pacaran-berkhalwat sah-sah saja, dan masih banyak isu-isu lain yang dihembuskan yang mengaburkan perbedaan antara yang haq dan yang batil. Bahkan lebih

dari itu, kristenisasi pun merajalela. Astaghfirullah…


“ Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekefiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran…”(Q.S Al Baqarah:109)

…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran, seandainya mereka sanggup…”(Q.S. Al Baqarah:217)


Semangat Kemenangan


Fikrah pertama, Ta’ashub (fanatik) terhadap risalah Allah SWT
.

Sumber utama dan pertama yang menjadi dasar pengambilan rujukan generasi pertama adlah Al-Quran. Hanya Al-Quran. Hadist Rasululah beserta petunjuk-petunjuk praktisnya hanya merupakan refleksi sumber utama. Rasulullah membatasi sumber pengambilan generasi pertama, ketika pada masa takwin arrijal (pembentukan) hanya kepada kitabullah semata. Hal tersebut dimaksusdkan untuk membersihkan jiwa dan orientasi mereka. Karena itu, Rasulullah menunjukkan kemarahannya ketika Umar ibnul Khattab mencoba mengambil sumber lain (Taurat). Rasulullah juga mengokohkan keyakinan mereka bahwa risalah yang ada di hadapan mereka merupakan risalah yang paling mulia, paling tinggi dan paling sempurna. Ia adalah kebaikan, selainnya adalah keburukan. Ia adalah kebahagiaan, selainnya adalah kesengsaraan.

Fikrah kedua, Mengkuduskan Ukhuwah Islamiyah

Wujud konkrit dari ukhuwah Islamiyah berasal dari penyesuaian hati kepada fitrah sebagai hamba Allah yang telah terbebas dari unsure-unsur yang mengotori hati itu. Tegasnya, ukhuwah Islamiyah yang fitrah itu tidak akan pernah terwujud dengan baik apabila jiwa dan tubuh ummat ini tidak mencoba menyesuaikan diri kepada fitrah, dengan memurnikan ketaatan dan menunjukkan ketaatan kepadaNya. Kesucian, keluhuran dan keeratan Ukhuwah Islamiyah dapat berangsur hilang dan menguap jika salah satu subjek pelaku Ukhuwah itu mengabaikan nilai-nilai Ilahiyah. Inilah hakikat darisebuah jargon abadi Ukhuwah Islamiyah, ”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara… (Q.S.Al Hujurat: 10)

Lebih lanjut Rasulullah SAW memberikan perumpamaan terhadap ukhuwah Islamiyah dalam hadistnya yang sudah kita kenal, ”perumpamaan orang yang beriman dalam berkasih saying adalah mereka itu seperti tubuh yang satu. Apabila mengaduh salah satu dari anggota tubuhnya, maka memanggil ke seluruh tubuhnya sehinnga terjadilah ia ikut merasakan panas atau demam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam kenyataan di lapangan kalimat Rasulullah SAW ini dibuktikan beliau denagan menegakkan Ukhuwah sebagai langkah teknis sdan strategis dalam mempercepat proses integrasi kaum Muslimin saat itu. Untuk itu Rasulullah merintisnya dengan terlebih dahulu mengkondisiksn ruhiyah para sahabat sehingga terjalin ikatan yang kuat dan menyatukan hati maupun pikiran mereka. Dari situlah kemudian tercipta sebuah tatanan system keummahan, cita-cita dakwah Rasulullah SAW.Oleh karenanya, dengan menegakkan ukhuwah Islamiyah kita sebenarnya sekaligus membangun cita-cita keummahan, sebuah tatanan masyarakat Islam.

Fikrah ketiga, Jamaah yang solid.

Yang dimaksud jamaah yang solid adalh jamaah yang tidak dibatasi oleh mahdzab tertentu, tidak dimonopoli oleh masyarakat tertentu dan kepemilikannya tidak boleh diklaim oleh kelompok tertentu. Singkatnya, mereka adalah yang bekerja sama melibatkan siapam saja yang ikut andil dalam menyerukan Islam. Ditangan merekalah berkumpul semua harapan dan impian. Harapan untuk mengembalikan rasa percaya diri kaum muslimin. Mereka membuang semua rasa kebimbngan yang telah diwariskan dari kekalahan-kekalahan yang dialami ummat ini. Mereka yang akan membangkitkan jiwa, menajamkan hati, dan menajamkan nurani dan perasaan.

Baris Baru Kader Dakwah

“Telah sekian lama aku bergaul dengan banyak orang

Pengalaman-demi pengalaman menempaku

Tiada hari datang padaku kecuali menyenagkan di jumpa-jumpa pertama

Namun menyakitkan jua di akhirnya”


Syair tersebut adalah ungkapan kekecewaan seorang penyair terhadap kondisi pemuda. Sosok pemuda, terutama kader dakwah hari ini penampilan mereka pada awalnya selalu memberikan kesan yang menyenagkan. Mampu melambungkan harapan akan sebuah perbaikan. Namun, semakin mendalam perkenalan berjalan, semakin banyak kelemahan yang terungkap. Hingga akhirnya kekecewaan memenuhi diri, menyadari harapan yang diberikan terlalu besar dari kenyataan yang ada pada sosok pemuda. Kepada parapemuda dakwah hal ini harus ditegaskan. Saat ini adalah bagian dari masa penantian. Hari-hari yang menentukan. Setiap detik yang tersedia dioptimalkanuntuk menyongsong kesempatan membuat perubahan. Menyongsong kemungkinan datangnya satu fase kemenangan. Dan sebagaimana yang seharusnya terjadi, perhatian dan kerja tidak saja diberikan untuk ekspansi ‘keluar’, namun justru lebih banyak untuk introspeksi ‘kedalam’.

Beban atau Solusi Perjuangan

Mari kita bertanya pada diri kita, apakah kita adalah solusi ataukah beban dalam dakwah ini?Sesungguhnya dakwah ini tidak pernah meminta sesuatu dari kita. Kita dating dengan kesadaran, melihat dan mengetahui kebutuhan untuk berhimpun dalam barisan perjuangan. Tidak ada keharusan, tidak ada paksaan.Maka koreksi lagi keluhan dan keberadaan kita. Kalau kita sudah menganggap daklwah ini memberatkan, menyingkirlah. Allah akan mengutus generasi baru yang lebih siap dan lebih bagus sdari kita.Jika kesadaran akan hal ini sudah kembali kita miliki, maka sambutan palng tepat adalah:”Selamat bergabung, Saudaraku!”Inilah jalan yang selalu menyediakan lowongan pekerjaan. Inilah jalan yang selau menuntut penyempurnaan. Inilah jalan yang hanya menerima kebersihan. Dengan semua itu kita akan selau berkembang. Kita akan selau meyakini kebenaran tapak kehidupan yang kita torehkan dalam sejarh. Kita kan berujung pada kemenangan hakiki. Kemenangan besar yang Allah janjikan. Inilah seruan kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat perjuangan. Seluruh jamaa’h Islam hari ini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertunggal dari kafilah, meskipun sesaat.

Epilog

Saatnya kembali berpikir. Kemenangan bukanlah suatu titik akhir. Kemenangan adalah hasil sebuah proses yang menuntut perjalanan panjang sebuah proses yang lain lagi. Karena bagi seorang mukmin, kemenangan hakiki adalah saat berjumpa dengan Allah dengan senyum kebahagian tersungging kelak..

Demikianlah. Masih terlalu panjang perjalanan dan masih selalu sedikit kekuatan. Maka teruslah berjalan dan lipatgandakan kesabaran. Karena kemenangan tideaklah dating begitu saja; tetapi sebuah titik yang harus diraih dengan darah dan air mata.

“Sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul(yaitu) sesungguhnya mereka yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menanga.”(Q.S. Ash-Shaffat:171-173)

Wallahu a’lam bisshowwab.

Diolah dari berbagai sumber.

    1. AKHLAQ KEPADA KEDUA ORANG TUA

      Akhlaq (bentuk jama’nya khuluq) artinya tabiat, watak, perangai, budi pekerti. Menurut Imam Ghazali, akhlaq adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jiwa, sehingga timbul perbuatan tanpa pikir dan teliti (spontan), jika ia melahirkan perbuatan baik dan terpuji, maka disebut akhlaq baik, begitu juga sebaliknya.

      Ciri-ciri akhlaq Islam:

      1. Robbani (landasan, cara, dan tujuan amal hanya kepada Allah)
      2. Manusiawi (tidak berat, mudah, bertahap)
      3. Universal (tidak parsial, dunia akhirat, hidup dan mati)
      4. Menjaga keseimbangan (jasmani dan rokhani, vertikal dan horizontal)
      5. Realistis (wajar dan sedang)

      Ayat-ayat Al Qur’an tentang akhlaq kepada kedua orang tua:

      1. Annisa’ (4) :36

      “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatau apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakmu.”

      1. Al Ankabut (29) :8

      Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu bapaknya”.

      1. Maryam (19) :14

      “Dan banyak berbakti kepada keduia orangtuanya.”

      1. Maryam (19) :32

      “Dan berbakti kepada ibuku”.

      1. Al Isra (17) : 23-25

      “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduannya telah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan”ah”dan janganlah kamu membentak merekadan ucapknlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Tuhanku, kasihilah merekasebagaimana mereka berdua telah mendidik akuwaktu kecil” Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.

      1. Luqman (31) :14-15

      “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya. Ibunya telah mengndungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya dengan baik, dan ikutlah jaln orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

      Hadits-hadits tentang Memuliakan kedua orang tua

      1. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah

      Datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, ”Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling harus aku perlakukan secara baik?”Beliau menjawab, ”Ibumu.” Orang itu bertanya, ”Lalu siapa?” Beliau jawab ”Ibumu.” Lalu siapa?”, kata orang itu. Jawab Beliau, ”Ibumu”. Orang itu bertanya lagi, ”Lalu siapa?” Rasulullah SAW berkata, ”Bapakmu.”

      1. HR Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud

      Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Amal apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, ”Shalat pada awal waktunya”. Aku bertanyalagi, ”Kemudian amal apa?” Beliau jawab, ”Berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu aku bertanya lagi, ”Kemudian apa lagi?” Beliau jawab, ”Jihad di jalan Allah.”

      1. HR Muslim dari Abi Hurairah

      Rasulullah SAW bersabda, ”Celaka!Celaka!Celaka!” Sahabat bertanya, ”Siapa yang celaka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Yaitu orang yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya setelah berusia lanjut, laulu ia tidak masuk surga (karena berbakti kepadanya)”.

      1. HR Bukhari dan Musli dari Abdullah bin Amr bin Ash

      Seseorang datang kepada Rasulullah minta izin untuk berjihad (berperang). Rasulullah SAW bertanya kepadanya,”Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Orang itu berkata, ”Ya, keduanya masih hidup.” Beliau berkata, ”Berjihadlah pada keduanya!”

      1. HR Muslim Abu Daud dari Abu Hurairah

      Rasulullah SAW beersabda, ”Seorang anak belumlah dikatakan membalas (kebaikan) orang tuanya, kecuali bila orang tuanya ia temukan dalam status budak (hamba sahaya) lalu ia beli dan kemudian dimerdekakan.”

      6. HR Bukhari dan Muslim

      “Dosa-dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh orang, dan persaksian palsu.”

      Bagaimana memuliakan kedua orang tua?

      1. Berbicaralah dengan kedua orang tua dengan penuh sopan santun dan berlemah lembutlah kepada mereka.
      2. Taatilah segala perintah keduanya, kecuali jika dalam rangka dosa dan maksiat.
      3. Peliharalah selalu nama baik keduanya.Jangan kamu masuk ke dalam kamar mereka tanpa izin dan sepengetahuan mereka, khususnya pada waktu-waktu istirahat dan tidur
      4. Jangan membohongi dan jangan mencela mereka ketika mereka berbuat sesuatu yang tidak mengenakkanmu.
      5. Bantulah keduanya, dan jangan terlambat menyambut panggilannya.
      6. Apabila kamu sudah dewasa dan sanggup mencari nafkah sendiri, maka bekerjalah secara baik dan bantulah mereka.
      7. Doa ibu-bapak dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itumaka berusahalah agar keduanya selalu mendoakanmu dalam kebaikan.
      8. Berbaktilah kepada keduanya baik ketika masih hidup

      Daftar Pustaka:

      Al Qur’an dan terjemahnya

      Al Mahmud, Ibrahim. Bagaimana Memuliakan Orang Tua. Jakarta: Pustaka Nawaitu. 2003

      TOTALITAS ISLAM

      menuju.jpg

      Identitas Buku

      Judul terjemahan         : Menuju Kesatuan Fikrah Aktivis Islam

      Judul Asli                       : Nahwa Wahdah Fikriyyah lil ‘Amilin lil Islam

      Penulis                           : Dr. Yusuf Qardhawi

      Penerbit Asli                 : Maktabah Wahbah, Kairo, Mesir

      Penerbit terjemahan    : Robbani Press

      Penerjemah                    : A. Najiyullah

      Penyunting                     : Sunmanjaya R.

      Jumlah halaman               : 233

      Dari Dustur Ilahi

      Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyuruh kepada kebaikan, menyuruh

      kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (Q.S. Ali Imran:104-105)

      Mukadimah

      Ba’da tahmid wa shalawat.

      Buku ini adalh hasil ijtihad Dr.Yusuf Qardhawi untuk menanggapi polemik antara Al Ustadz Al Khuli dan Al Ustadz Abdul Aziz Kamil tentang risalah At Ta’lim Al Fahm (Dua puluh prinsip) Hasan Al Bannna. Al Bahli Al Khuli berpendapat hendaknya setiap orang tidak berhak mensyarah warisan Al Banna dan mengomentarinya. Jika tidak demikian, setiap orang akan menafsirkannya semaunya karena risalah-risalah Al Banna merupakan manhaj resminya Ikhwanul Muslimin. Sedangkan Abdul Aziz Kamil berpendapat bahwa pemikiran seperti itu akan mewajibkan kediktatoran fikrah terhadap jamaah dan para ulamanya. Hal ini akan membelenggu dinamika berfikir dalam jamaah serta memberikan otoritas kepausan bagi sebagian putra-putra jamaah terhadap sebagian yang lain.

      DUA PULUH PRINSIP

      Imam Hasan Al Banna berkata:”Wahai saudara-saudara yang jujur. Rukun Bai’at kita da sepuluh. Hafalkanlah: Faham, Ikhlas, ‘amal, Jihad, Tadhliyah, Tha’at, Tsabat, Tajarrud, Ukhuwah dan Tsiqoh.”

      “Wahai Saudaraku yang jujur. Yang dimaksud dengan faham ialah anda meyakini bahwa fikroh kami adalah Islam Murni, dan Anda memahami Islam seperti yang kami fahami dalam batas Dua Puluh Prinsip” yang secara singkat sebagi berikut:

      1. Islam adalah sebuah sistem universal yang lengkap mencakup seluruh aspek hidup dan kehidupan. Islam adalah negara, bangsa dan tanah air, pemerintahan dan rakyat. Islam adalah akhlak dan kekuatan, rahmat dan keadilan. Islam adalah kultur dan perundang-undangan, sains dan hukum. Islam adalah materi, usaha dan kekayaan. Islam adalah jihad dan da’wah, tentara dan ideologi. Sebagaimana Islam adalah aqidah yang murni, dan sekaligus ibadah yang benar.

      2. Al Quran dan As-Sunnah adalah referensi setiap muslim dalam mengambil hukum-hukum Islam. Al Quran mestilah difahami sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab tanpa dibuat-buat dan serampangan. Sedangkan memahami As-Sunnah harus kembali kepada rijal hadist yang terpercaya.

      3. Iman yang tulus, ibadah yang benar dan mujahadah itu bercahaya, serta mempunyai rasa manis yang Allah percikkan ke dalam kalbu siap saja dari hambanya yang dikehendaki-Nya. Tetapi ilham, obsesi, kasyfu dan mimpi tidaklah termasuk dalil hukum syar’i, tidak termasuk dalam hitungan, kecuali dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan nash-nashnya.

      4. Jimat, mantra, makam keramat, ramalan, perdukunan, mengaku tahu yang gaib, dan yang sejenisnya adalah suatu kemunkaran yang harus diperangi, kecuali yang berasal dari Ayat Al Quran atau doa yang ma’tsur.

      5. Pendapat Imam dan wakilnya mengenai sesuatu yang tidak ada nashnya dan mengenai sesuatu yang mungkin banyak pendapat dalam “mashalih mursalah” adalah bisa diamalkan selama tidak bertentangan dengn aqidah syari’yyah. Hal itu kadang-kadang berubah sesuai situasi, kondisi, adat, dan tradisi. Prinsip dasar dari ibadah adalah ta’abbud tanpa melirik kepada ma’na. Sementara prinsip dasar dalam tradisi adalah melihat kepada rahasia, hikmah, dan tujuan.

      6. Pendapat seseorang boleh saja diikuti atau juga ditinggalkan, kecuali Rasulullah saw, karena hanya Rasulullahlah manusia yang ma’shum. Segala apa yang datang dari salafus salih yang sesuai dengan al Quran dan As Sunnah kita terima. Jika tidak, maka Al Quran dan As Sunnah lebih diprioritaskan untuk diikuti. Tetapi kita tidak boleh menyerang pribadi-pribadi–dalam masalah khilafiah seraya mengutuk atau melukai- kembalikanlah semua itu kepada niatnya masing-masing, karena betapapun mereka telah mengemukakan pandangannya.

      7. Setiap muslim yang belum mencapai tingkatan mujtahid dalam melihat dalil-dalil hukum far’i bolehlah ia merngikuti salah satu imam agama, dan akan lebih baik baginya disamping mengikuti, berijtihad sejauh kemampuan yang ada dalam menggali dalil-dalilnya, dan hendaklah ia menerima segala petunjuk yang disertai dengan dalil, selama hal itu benar menurutnya demi kebaikan dan kemampuan yang ditunjukinya itu. Begitupun juga hendaknya ia menyempurnakan kekurangan ilmiahnya jika ia termasuk ahli ilmu sampai ia mencapai tingkatan mujtahid.

      8. Perbedaan pendapat dalam masalah furu’(fiqih) tidaklah dijadikan sebab perpecahan dalam agama. Setiap mujtahid itu mendapatkan balasannya. Boleh-boleh saja melakukan penelitian ilmiah yang murni dalam masalah-masalah khilafiah itu atas dasar cinta karena Allah dan kerjasama untuk mencapai kebenaran, tanpa mengacu kepada perdebatan terkutuk dan fanatik.

      9. Melibatkan diri ke dalam masalah yang ada padanya tidak ada peluang untuk mengamalkannya adalah sesuatu yang sia-sia, yang secar syar’i kita dilarang. Misalkan, banyak memecah-mecah cabang hukum yang tidak realistis, mengutak-atik ayat Al Quran yang sains belum mampu mencapainya. Termasuk dalam hal ini memperbandingkan kualitas pribadi diantara para sahabat ra berikut perseliihan diantara mereka. Sebab, masing-masing mereka mempunyai keutamaan dan balasan niat baiknya.

      10. Mengimani, mengesakan, dan menyucikan Allah SWT merupakan peringkat aqidah Islam yang peling luhur. Ayat-ayat dan hadist sahih mengenai sifat-sifatnya dengan segala mutasyabihat(yang tidak jelas kepastian pengertiannya) kita yakini sebagaimana adanya tanpa ta’wil dan tha’til. Kita pun tidak mengemukakan perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai sifat-sifat itu. Kita hanya memahaminya sejauh apa yang dipahami oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya. Sedangkan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:”Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat,. Semua itu dari sisi Rabb Kami.”(QS Ali Imran:7)

      11. Segala bentuk bid’ah yang dilakukan oleh manusia atas dorongan hawa nafsunya dalam masalah agama, baik dengan cara menambah atau menguranginya, adalah kesesatan yang harus diperangi sampai ke akar-akarnya .

      12. Bidah idhofiyah (menambah amalan dari kadar yang ditetapkan oleh syara’), bid’ah tarkiyah (menguranginya) dan bid’ah iltizam (membiasakan diri melakukan suatu bentuk ibadah tertentu yang tidak dicontohkan Rasulullah) dalam hal peribadatan mutlak diperselisihkan para ulama. Masing-masing ada pendapat dan alasan mengenainya sendiri-sendiri. Boleh saja dilacak kebenarannya berdasarkan dalil dan bukti.

      13. Mencintai orang-orang shalih, menghormati mereka, menyanjung mereka atas dasar amal baiknya yang telah diketahui karena mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yang dimaksudkan dengn para wali itu adalah mereka yang disebutkan dalm Al Quran QS 10, Yunus:63)

      “ Orang-orang beriman dan mereka selalu bertaqwa

      Adapun keyakinan bahwa mereka diridhai Allah., mereka tidak memiliki kekuatan apapun yang dapat mendatangkn manfaat dan tidak pula mudharat, baik ketika mereka hidup maupun setelah mereka mati.

      14. Ziarah kubur, bagaimanapun adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara yang ma’tsur (berdasarkan sunnah rasul). Tetapi meminta-minta kepada ahli kubur, memanggil-mangil mereka bernadzar demi mereka adalah bid’ah besar yang harus dikikis habis. Demikian pula membangun, menembok, dan mengatapi kuburan atu meneranginya, bersumpah kepada yang selain Allah adalah dosa besar yang harus diperangi. Adapun memintakan ampunan bagi yang mati, tidak termasuk dalam masalah ini. Kita tidak menta’wil demi untuk pencegahan preventif.

      15. Berdoa kepada Allah apabila dibarengi dengan tawassul kepada salah seorang hambanya adalah masalah khilafiah (boleh atau tidaknya). Dan ini tidak termasuik dalam masalah Aqidah.

      16. Tradisi yang keliru itu tidak merubah hakikat lafadz syar’i bahkan harus dikukuhkan dalam batas-batas ma’na maksudnya dan berhenti sampai disitu.

      17. Aqidah adalah fondasi amal. Amaliah kalbu lebih penting daripada amal fisik. Berusaha mencapai kesempurnaan dalam masing-masing amaliah tersebut secar syar’i adalah dituntut, meskipun tuntutannya berbeda.

      18. Islam memberikan kebebasan dan mendorong akal untuk memandang alam semesta, mengangkat derajat ilmu dan ulama, ramah terhadap semua orang yang menyumbangkan kebaikan dan kemanfaatan. Hikmah itu adalah milik orang mukmin. Dimana saja ia menemuinya, dalah yang paling berhak megambilnya”

      19. Masing-masing dari pandangan syar’i dan rasio kadang-kadang mencakup apa yang tidak masuk dalam wilayah yang lain. Tetapi kedua-duanya tidak bertentangan dalam hal-hal yang sudah pasti (qath’i). Oleh sebab itu, tidak akan bertabrakan antara hakekat ilmiah yang benar dengan kaidah syar’i yang baku. Yang dzonny dari keduanya bisa dita’wilkan agar cocok dengn yang qath’i. Dengan demikian, apabila kedua-duanya dzonny, maka pandangn syar’i lebih berhak untuk diikuti sampai dengan pandangan rasio itu mantap atau runtuh.

      20. Kita tidak boleh mengkafirkan seorang muslim yang mengikrarkan Dua Kalimat Syahadat, mengamalkan segala konsekuensi logisnya, dan menjalankan segala kewajiban yang telah ditentukan padanya, sekalipin ia masih suka mengerjakan kemaksiatan. Kecuali apabila ia menyatakan diri kafir atau mengingkari sesuatu yang sudah dipastikan oleh agama. Atau mendustakan ayat-ayat Al Quran dan menafsirkan dengan cara yang tidak sesuai dengn uslub Bahasa Arab atau melakukan sesuatu perbuatan yang tidak dapat diinterpretasikan selain kafir.

      Apabila seorang muslim mengetahui agamanya dalam 20 prinsip ini, maka ia telah mengeanal arti slogannya yang selalu dikumandangkan”Al Quran dustur kami, dan Rasul saw teladan kami. ( Hasan Al Banna)

      MENGAPA HASAN AL BANNA MENDAHULUKAN AL-FAHM

      Menurut kita, umat islam, ilmu itu mendahului amal, bahkan ilmu itu adalah petunjuk iman dan jalan aqidah yang benar. Imam Ghazali dan para sufi besar lain berpendapat mukadimah agama dan berakhlak dengan akhlak para nabi dan orang-orang yang benar itu tidak akan tercapai kecuali diramu dengn tiga dimensi yang tersusun rapi, yaitu ilmu, perilaku dan almal. Ilmu akan mewariskan perilaku, dan perilaku akn mendorong amal. Hal ini mirip dengan pendapat para ahli psikologi tentang persepsi, emosi, dan kecenderungn. Manusia mengenal dan berpersepsi, kemudian terpengarauh dan terkesan, baik suka atau pun tak suka, kemudian berkecenderungan dan berkeinginan baik positif maupun negatif.

      Urutan tersebut sangat jelas di dalam Al Quran

      Dan bahwa orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang haq dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya”(QS 22, Al Hajj:54)

      Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohonkanlah ampunan bagi orang-orang orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan(QS 47, Muhammad:19)

      Imam Bukhari di dalam Kitab Ilmu berkata :”Bab ilmu sebelum ucapan dan Amal berdasarkan firman Allah.”Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah melainkan Allah.”

      Bab pertama dari 40 bab dalam kitab Ihya Ulumuddin adalah bab Ilmu. Rintangan pertama yang harus disingkirkan oleh seseorang yang sedang menelusuri jalan menuju Allah adalah rintangan ilmu, sebagaimana disebutkan dalam kitab Minhaj Al Abidin karya Ghozali pula.

      Imam Hasan Al Basri berkata:” Seseorang yang beramal tanpa ilmu, yang dirusak lebih banyak daripada yang diperbaikinya. Maka, tuntutlah ilmu dengan cara yang tidak merusak ibadah. Dan tuntutlah ibadah dengan cara yang tidak merusak ilmu. Sebab ada suatu kaum yang menuntut ibadah tetapi meninggalkan ilmu, sehingga mereka keluar membawa pedang membantai umat Muhammad saw. Seandainya mereka menuntut ilmu, niscaya tidak akan melakukan tindakan tersebut.Yang dimaksud dengan mereka itu adalah Kaum Khawarij.

      “Diantara kalian ada yang membutuhkan sholatnya kepada sholat mereka, puasanya kepada puasa mereka, dan bacaannya kepada bacaan mereka. Tetapi bencana mereka, bahwa mereka membca Al Quran tidak melebihi kerongkongan mereka”

      Artinya bahwa mereka tidak mendalami pemahaman Al Quran, sehingga sampai kepada titik bahwa mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Oleh karena itu, harus berilmu sebelum beramal. Sebagaimana Muadz berkata: ”Ilmu adalah imamnya amal, dan amal adalah pengikut ilmu.”

      Rasulullah bersabda: ”Keutamaan orang alim terhadap tukang ibadah bagaikan keutamaanku terhadap orang yang paling rendah dari kalian.”

      Sebagian salaf berkata:”Kebutuhan seseorang kepada ilmu lebih sangat daripada kebutuhan terhadap makan dan minum.”

      Kebutuhan manusia muslim kepada ilmu terscermin pada hal-hal berikut:

      a. Ilmu merupakan satu-satunya sarana untuk membedakan antara keyakinan yang haq dan yang bathil, antara fikrah yang benar dan yang keliru, melalui sebuah prinsip dan patokan yang dibuatnya untuk meluruskan pemahaman dan penggunaan dalil.

      b. Ilmu merupakan satu-satunya sarana untuk membedakan antara yang disyariatkan dengan yang tidak disyariatkan. Yakni membedakan antara yang halal dan yang haram, dalam segala hal dan tingkah laku; antara yang sunnah dan yang bid’ah dalam mendekatkan diri kepada Allah, antara yang baik dan yang buruk, dalam akhlak dan perilaku.

      c. Ilmu merupkan satu-satunya sarana untuk membedakan tingkatan-tingkatan amal dan kewajiban syariat secara benar.

      d. Ilmu merupakan satu-satunya sarana untuk menghukum secara adil pribadi-pribadi dan jamaah, mengevaluasi sikap dan kasus secar benar yang jauh dari kedzaliman dan hawa nafsu, kedan terhindar dari ifrath (berlebihan) dan tafrith (berkurang)

      Mengapa Hasan Al Banna mengungkapkan al fahm sebagi ganti al-ilm

      Imam Hasan Al Banna mengungkapkan ilmu dengan kata al-fahm karena faham merupakan tujuan ilmu.

      Allah SWT berfirman :

      “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu menjaga dirinya”(QS 9, Attaubah:122)

      Rasulullah saw bersabda:

      Siapa saja dikehendaki Allah menjadi baik, niscaya difahamkan-Nya ia tentang agama.”(HR Mutafaqquh Alih)

      Al Fiqhu (faham) lebih khusus daripada Al Ilmu (tahu). Al Fiqhu artinya faham, bahkan faham yang mendalam, ysng menembus sampai intinya, tidak cukup hanya sampai di kulitnya fahamlah yang menandai yang menerangi akal dan menghidupkan kalbu.

      Faham yang Benar Merupakan Ni’mat yang terbesar

      Al’Allamah Ibnul Qayim ketika menjelaskan kitab Umar Fil Qadha mengatakan faham yang benar dan tujuan yang baik adalah ni’mat terbesar yang dianugerahkan Allah kepada hambaNya, bahkan tak ada pemberian, setelah Islam yang lebih besar dan lebih agung daripada kedua ni’mat tersebut; keduanya adalah pembawa dan penegak Islam. Dengan keduanya lah seorang hamba selamat dari jalan orang-orang yang dimurkai Allah, yang rusak motivasinya, selamat pula dari jalan orang-orang yang keliru pemahamannya. Sehingga ia menjadi orang yang mendapatkan ni’mat serta memiliki pamahaman dan motivasi yang baik. Mereka berada di atas jalan yang lurus, jalan yang kita diperintahkan untuk berdoa kepadanya Pada setiap kesempatan shalat, agar ditunjuki kepada jalan yang mereka itu . Faham yang benar merupakan cahaya yang dimasukkan Allah ke dalam qolbu hambaNya, yang bisa membedakan antara yang baik dan yang rusak, haq dan bathil, petunjuk dan kesesatan, samar dan jelas. Memberinya pula niat yang baik, konsisten dalam kebenaran, bertaqwa kepada Allah dalam keadaan sepi maupun ramai. Diputuskannya pula terhadap sikap mengikuti hawa nafsu, mementingkan dunia, mencari sanjungan orang, dan meninggalkan taqwa.

      Ali ra, beliau ditanya: “Adakah Rasulullah saw mengkhususkan sesuatu kepada kalian?”Ali menjawab: ”Tidak, selain faham yang diberikan kepada seorang hamba tentang kitab Allah dan apa yang ada dalam lembaran ini…” Ia mengeluarkan sebuah lembaran yang di dalam nya tedapat beberapa hukum.

      Mengapa Kita Perlu Menguaraikan Dua Puluh Prinsip Tersebbut?

      Yang bisa kita tafsirkan, bukan hanya Al Quran dan Hadist, tapi juga buku-buku karangan manusia biasa yang tidak ma’shum, yang ditulis syarahnya.

      Jadi bukanlah sesuatu yang aneh, membuat syarah dua puluh prinsip karya Hasan Al Banna. Agar ia menjadi landasan bagi kesatuan faham dari berbagai kalangan para aktivis Islam. Diupayakan agar syarah ini demikian singkat, dan sangat terfokus, agar mudah dicerna dan dihafal. Dua puluh prinsip itu lebih mirip dengan buku-buku matan dalam ilmu fiqih dan ilmu-ilmu Islam lainnya . Buku-buku matan selamanya membutuhkan syarah yang menjabarkan segala isinya, menyempurnakan yang masih perlu penjabaran dan dicarikan dalilnya mengenai berbagai hukum dan masalahnya.

      Untuk Siapa Hasan Al Banna Menguaraikan Dua Puluh Prinsip Tersebut?

      1. Para aktivis atau mujahidin dari jamaah Ikhwanul Muslimin

      2. Jamaah dan organisasi-organisasi sosial keagamaan yng ada di Mesir pada saat Hasan Al Banna menulis dua puluh prinsip tersebut.

      Perhatian Hasan Al Banna ketika menulis dua puluh prinsip tersebut terfokus pada organisasi-organisasi sosial keagamaan yang antara satu dengan yang lainnya saling berseteru. Fikrah dan hati Hasan Al Banna disibukkan oleh upaya menyatukan umat yang telah berpecah belah oleh berbagai perbedaan dari segala sudut. Oleh karena itu, adalah penting menyatukan front intern Islam dengan segala sarana yang memungkinkan. Ketika didirikan sebuah sebuah persatuan untuk berbagai organisasi kaeagamaan di Mesir, atau ketika kesatuan itu akan didrikan, tampillah Hasan Al Banna dengan dua puluh prinsip tersebut agar menjadi poros tempat bertemunya berbagai organisasi-organisasi itu.

      Diantara keistimewaan dua puluh Prinsip Tersebut

      1. Dua puluh prinsip tersebut pada umumnya mengarah kepada masalah-masalah yang mempunyai banyak perbedaan pendapat diantara berbagai aliran keagamaan.

      2. Dua puluh prinsip itu disusun dengan penuh bijaksana dan moderat, sehingga para ahli pikir dari pengikut berbagai aliran itu bisa bertemu, kendatipun sedikit saja terpenuhi syarat faham, ikhlas, dan toleransi.

      3. Dalam prinsip-prinsip itu, beliau lebih berorientasi pada penekanan dan singkat, tidak luas dan detail. Memperluas dan melakukan rincian dalam masalah ini akan memberikan peluang yang lebih besar untuk berbeda, banyak pendapat yang antara yang satu dengan lainnya saling bertabrakan dan berlawanan pula dengan yang dimaksud.

      4. Prinsip-prinsip itu tidak banyak diarahkan kepada orang-orang sekuler dan mereka yang berpendidikan barat.

      Visi Penghimpunan dan Pemaduan

      Pembentukan pemikiran dan jiwa Hasan Al Banna mengarah kepada konstruktif, bukan destruktif, kepada persatuan, bukan perpecahan. Hasan Al Banna ingin menyatukan umat di atas tujuan yang besar, menghimpun barisannya betapapun perbedaan visi dan orientasi untuk menghadapi kekuatan yang secara terang-teranngan memerangi Islam dan secara sembunyi-sembunyi menghadangnya. Bukan rahasia lagi bagi yang mau meneliti, bahwasanya banyak kendala yang menghalangi jalannya persatuan yang dicita-citakan itu. Sebab, persatuan itu menuntut kesepakatan tentang tujuan dan alfabetanya. Kemudian kesepakatan tentang sarana yang ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan juga tentang kesepakatan tentang qiyadah (kepemimpinan) dan percaya kepada keikhlasan, kecakapan, dan kemampuan qiyadahnya tersebut dalam hal menggunakan sarana untuk mewujudkan tujuan.

      Penulis melihat bahwa menyatukan semua pergerakan dalam sebuah jamaah adalah sebuah mimpi yang sulit diwujudkan. Tidak perlu menyatukan semua jamaah Islamiyah dan dilebur menjadi satu. Cukup didekatkan antara satu dengan lainnya, hendaklah aktif bekerja agar ada sedikit koordinasi, tafahum dan kerjasama antar jamaah. Sehingga yang satu menyempurnakan yang lain, dan bersatu menjadi sebuah front dalam menghadapi masalah-masalah yang besar bagaikan sebuah bangunan yang kokoh. Dengan demikian, maka perbedaan itu akan merupakan perbedaan bentuk saja bukan perbedaan yang saling berlawanan dan konflik.

      PRINSIP PERTAMA: ISLAM ADALAH SEBUAH SYSTEM HIDUP YANG LENGKAP

      Barangkali, sumber perselisihan itu adalah tidak adanya mizan(tolok ukur) yang menjadi rujukan dan tidak adanya batasan sumber yang dijadikan referensi hukum atau berkebihan dalam menilai beberapa persoalan dan menhgorbankan persolalan-persoalan yang lain. Dapat juga karena tidak teliti dalam mengungkapkan masalah-masalah yang mengandung dua atau banyak pendapat.

      Sikap organisasi-organisasi sosial Keagamaan di Mesir ketika da’wah Hasan Al Banna muncul

      Semua organisasi keagamaan ini masing-masing mempunyai kelemahan. Masing-masing mempunyai perhatian satu aspek tertentu saja dari risalah Islam, menitik beratkan kepada yang satu dengan meninggalkan aspek aspek lainnya atau tidak memasukkan dalam hitungan. Barangkali ada diantara jamaah-jamaah tersebut yang menganggap jelek orang-orang yang sibuk memperhatikan dan menekankan aspek-aspek lainnya itu.

      Sikap-sikap partai politik

      Secara umum partai-partai politik ini berorientasi patriotisme-sekulerisme. Mereka berfikir bahwa “Islam“ hanyalah ketuhanan belaka, yang tidak ada hubungannya dengan negara, politik, dan hukum. Mereka juga berfikir bahwa agama dan sains adalah dua jalan berbeda yang tidak mempunyai titik temu. Menurut mereka bangsa yang ingin maju harus mengutamakan sains dan meninggalkan agama yang jauh dari hadapamya.

      MENGHAPUSKAN PARSIALISASI DA’WAH ISLAM

      Mengapa Hasan Al Banna Mengangkat Totalitas Islam

      1) Totalitas Islam

      Islam yang disyariatkan Allah tak membiarkan satupun dari aspek kehidupan. Islam adalah universal, mencakup segala aspek hidup dan kehidupan: material dan spiritual, personal dan sosial.

      Firman Allah (Q.S. 16:89)

      2) Islam menolak parsialisasi hukum dan ajaran-ajarannya.

      Al Qur’an mengingkari parsialisasai serupa yang telah ditempuh Israel.

      “Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian melainkan dalam kehidupan dunia, sedang pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (Q.S. 2:85)

      2) Kehidupan adalah satu kesatuan yang tak terpisah-pisah

      Kehidupan tak mungkin harmonis jika Islam hanya mendominasi sebagian saja dari keseluruhan aspek kehidupan itu. Misalnya Islam hanya mengurusi masjid saja, sedang yang lainnya diserahkan kepada madzhab-madzhab buatan manusia, pemikiran-pemikiran manusia, dan filsafat sekuler untuk mengatur dan mengurusinya. Manusia adalah ruh dan fisik, tak dapat dipisahkan, demikian pula kehidupan.

      (Firman Allah Q.S. Al-Maidah:50)

      Aspek-aspek fundamental Ajaran Islam yang menyeluruh

      1. Aqidah yang murni dan ibadah yang benar
      2. Aspek politik (Islam adalah negara dan tanah air, atau pemerintahan dan ummat)
      3. Aspek akhlak (Ialam adalah akhlaq dan power, atau kasih saying dan keadilan)
      4. Aspek kebudayaan, peradaban, ilmu
      5. Aspek hukum dan perundang-undangan (kebudayaandan perundang-undangan atau ilmu dan hukum)
      6. Aspek ekonomi (materi dan harta benda, atau usaha dan kekayaan)


      1.  

        Jihad dan da’wah atau militer dan ideologi

         

        Aspek jihad

      2. Aspek da’wah

      Kedudukan Negara dalam Islam

      a. Dalil dari teks-teks agama Islam

      1) Q.S 4:58-59

      2) Hadist:

      Apabila amanat dihilangkan maka tunggulah saat kehancuran.”Seseorang bertanya:” Bagaimana hilangnya amanat itu?” Rasulullah menjawab:”Apabila suatu persoalan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.”

      b. Dalil dari sejarah Islam

      Madinah dalah sebuah negara Islam dan merupakan basis Negara Islam baru, yang dipimpin oleh Rasulullah, panglima dan imam umat Islam, sebagaimana beliau juga Nabi mereka dan utusan Allah pada mereka. Tak ada seorang pun yang menedominasi mereka di negara itu kecuali dominasi syar’iyyah.

      c. Dalil dari tabiat Islam

      Karakteristik Islam sebagai sebuah manhaj (system) yang diingingkan agar dominan, memimpin, dan mengarahkan kehidupan, memerintah masyarakat, mengendalikan perjalanan umat manusia sesuai dengan perintah-perintah Allah, tidaklah cukup hanya dengan pidato. Tidak pula cukup hanya membiarkan hukum dan ajaran-ajarannya dalam berbagai aspek kehidupan berada dalam nurani pribadi-pribadi saja. Sebab jika nurani itu telah sakit atau mati, maka akan sakit pulalah segala hukum dan ajaran tersebut. Ustman bin Affan ra berkata:” Allah pasti akan mencegah dengan kekuasaan apa yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran”

      Kita memerlukan Negara yang mengasuh Islam

      Kita membutuhkan negara Islam yang menjadikan risalah Islam sebagai aqidah, sistem kehidupan, dan peradaban. Segala aspek kehidupan material dan spiritual, semuanya ditegakkan berlandaskan Islam yang menyeluruh tersebut. Negara ini merupakan kebutuhan Islam dan sekaligus kebutuhan umat manusia. Sebab negara tersebut akan mempersembahkan teladan bagi umat manusia tentang keterpaduan antar agama dan dunia, material dan spiritual, keharmonisan antarkemajuan peradaban dan keluhuran moral.

      Seandainya kita punya pemerintahan

      “Jika umat Islam memiliki sebuah penerimaan yang benar, islami dan imani, mandiri dalam berpikir dan bertindak, mengerti akan keagungan warisan budaya dan sistem Islam yang diwarisinya, yakin akan keampuhan Islam dalam mengatasi problema umatnya dan merupakan petunjuk bagi seluruh ummat manusia, niscaya kita akan menuntut agar dunia mendukungnya atas nama Islam. Menuntut negara-negara lain untuk mempelajari dan mengnalisa ajaran Islam dengan da’wah, pengajaran, dalil-dalil dan utusan yang silih berganti dan cara da’wah lainnya, sehingg anegara kita menjadi pusat spiritual, politik, dan praktek pemerinthan yan adil. Kita yakin bahwa pemerintahan Islam mampu memperbaharui kehidupan bangsanya, memimpin mereka menuju kejayaan dunia seta mengibarkan semangat perjuangan kesungguhan bekerja.

      Islam dan politik

      Dua masalah penting

      1. Adanya perbedaan mencolok antar partai dan politik

      Ada politikus tapi tak berhubungan dengan partai, ada juga prang partai yang tak tahu politik. Adakalanya orang partai adalah politikus dan sebaliknya. Padahal yang dimaksud politik adalah politik secara umum yang berarti memperhatikan keadaan umat, baik internal maupun eksternal, sama sekali tidak terikat oleh satu partai politik.

      2. Non Muslim menyerang Islam karena mereka tidak mengetahui hakekat Islam

      Mereka mengatakan:”Islam berada dalam satu kutub, sementara masyrakat, hukum, masalah-masalah ekonomi dan peradaban berada pada kutub yang lain. Islam harus dicabut dari serabut akar politik.” Padahal sebenarnya Islam adalah aqidah dan ibadah, negara dan kebangsaan, toleransi dan power, akhlaq dan materi, kebudayaan dan perundang-undangan. Seorang muslim dengan status keislamannya dituntut untuk mempedulikan segala persolan umatnya. Karena siapa saja yang mengaku muslim sedang ia tak mau peduli akan urusan Islam, tak termasuk golongan mereka.

      Tanah air dan patriotisme

      Dasar nasionalisme umat Islam adalah adalah Aqidah Islam yang ditolak para da’i Islam adalah fanatisme rasial yang sempit dan berlebihan dalam patriotisme sampai menggantikan agama, sehingga tanah air telah menjadi berhala yang disembah.

      Batas-batas nasionalisme kita

      Setiap jengkal tanah dimana terdapat muslim yang bersemboyan Laailaahaillallah Muhammad Raasulullah adalah tanah air yang harus dicintai dan diperjuangkan

      Tujuan Nasionalisme Kita

      Yang menjadi tujuan Nasionalisme kita adalah mengharap ridha Allah semata, membahagiakan dunia ini dengan Agamanya dan menegakkan perintahNya.

      Persatuan dan Perbedaan Agama

      Islam adalah agama persatuan dan persamaan, telah menjamin keutuhanm ikatan pemersatu antar semua, selam amereka sama-sama bersanding bahu-membahu, bekerja untuk kebajikan. Firman Allah QS 60:8

      Nasionalisme Mesir Menurut Hasan Al Banna

      “Nasionalisme Mesir memiliki kedudkukan yang layak dalam dakwah dakwah kami untuk dibela dan diperjuangkan.

      Ummat dalam Pandangan Islam

      Islam adalah Negara dan Tanah Air, juga pemerintahan dan Ummat. Islam dilahirkan di Jazirah Arab yang tegak di atas landasan landasan sistem kabilah dan fanatisme kabilah. Setelah Islam datang, mereka dipindahkan dari kerangkeng kekabilahan yang sempit ke arena umat yang luas.

      Islam menginginkan agar kaum muslimin berafiliasi kepada kebenaran, bukan kepada si A atau si B. Oleh karena itu, ummat yang akan ditegakkan Islam tidak berdasarkan ikatan rasial, warna kulit, daerah dan kasta tapi ummat aqidah dan ummat risalah. Firman Allah:Q.S. 22:78

      Sifat-s Sifat fundamental ummat menurut Al Qur’an

      1. Rabbbaniyyah

      Ia adalah ummat yang ditumbuhkan oleh wahyu Ilahi, dididik oleh ajaran dan Hukum-hukumya, sampai agamaNya sempurna dan ni’mat Allah kepadanya menjadi lengkap. Firman Allah: QS Al Maidah:3, Al Baqarah:143, Ali Imran:110.

      2. Washathiyah

      Washathiyah adalah keseimbangan dan moderasi yang memebuat jati dirinya menjadi ummat yang berperan sebagai saksi dan mahaguru bagi ummat manusia. Firman Allah Q.S. 2:143.

      3. Da’wah

      Umat Islam adalah umat yang beramar ma’ruf nahi munkar yang disertai dengan Iman kepada Allah SWT sehingga membuatnya unggul di atas ummat lainnya. Firman Allah 3:110,3:104.

      4. Wahdah

      Islam menginginkan ummat ini menjadi ummat yang satu meskipun terdapat banyak perbedaan. Firman Allah Q.S. 21:92, Al Mu’minun:52, 6:53,3:103,3:105, 49:10

      DUA CATATAN PENTING SEKITAR TOTALITAS ISLAM

      1. Totalitas dan unsur-unsur sektoral

      Totalitas Islam yang mencakup syari’ah, akhlaq, etika, perundangan-undangan, muamalah, sistem peradaban dll tidak berarti bahwa Islam telah merinci dengan tuntas segala persoalan sampai yang sekecil-kecilnya. Perhatian Islam hanyalah kepada hal-hal yang umum dan prinsipil, kaidah-kaidah dasar, dan hukum-hukum yang tepat tentang segala masalah yang bersifat baku, meskipun zaman, linhkungan dan kondisinya berbeda.

      5. Totalitas Bukan Berarti Meremehkan tingkatan-tingkatan amal

      Totalitas Islam yang mencakup Aqidah, ibadah, akhlaq, etika, muamalah dan segala macam sistem sosial kemasyarakatan bukanlah berarti bahwa semua aspek tersebut berada pada satu tingkatan. Justru dalam Islam tingkatannya berbeda-beda, ada yang masuk kategori ushul (pokok), furu’(cabang), rukun, pelengkap, fardhu, sunnat, qath’i (pasti), zhonni (tidak pasti), mutlaq ‘alaih (sudah disepakati), mukhtalaffih (masih diperselisihkan), kebutuhan pokok, kurang penting, sangat penting dan ada pula yang bersifat pelengkap sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh para ahli ushul fiqh.

      Mengintip Gaya Wanita Berbisnis

      Mengintip Gaya Wanita Berbisnis

       wanitabisnis_140307.jpg

      Kiprah wanita berkecimpung mengelola bisnis secara global tak dapat dipandang sebelah mata. Sebuah organisasi riset yang berbasis di Amerika Serikat memberikan angka 10.4 juta perusahaan (sekitar 50% atau lebih dari total perusahaan yang ada, memperkerjakan lebih dari 12,8 juta pekerja dan menghasilkan US$1,9 triliun pada penjualan di negara tersebut.

      Kesempatan wanita untuk mengambil bagian dalam dunia bisnis memang makin terbuka. Hampir tak ada batas, apapun yang bisa diusahakan pria juga dapat dilakukan wanita.

      Meskipun tak mutlak, setidaknya pebisnis wanita memiliki beberapa karakteristik dasar positif yang dapat membantunya sukses dalam bisnis.

      1.   Wanita biasanya lebih berhati-hati dalam melangkah. Masih dari sumber riset yang sama, ditemukan fakta bahwa dalam mempersiapkan diri menghadapi risiko, 66% pebisnis wanita mengasumsikan risiko penting di atas rata-rata a untuk keperluan investasi bisnisnya. Untuk itu wanita lebih nyaman membuat perencanaan matang terlebih dahulu sebelum memulai.

      2.  Wanita memiliki gaya manajemen berbeda dibandingkan pria. Dimana wanita menekankan membangun hubungan melalui pertemuan-pertemuan dan sebagian lagi lebih suka untuk berkonsultasi dengan para ahli, karyawan serta teman-teman sesama pebisnis. Wanita biasanya juga lebih lihai dalam pendekatan personal, sehingga terbuka luas untuk menjalin hubungan baik dengan klien atau relasi bisnis.

      3.  Tak sedikit wanita memulai bisnis berawal dari keterampilan yang dimiliki. Membuka butik karena mengerti menjahit dan mengikuti dunia fashion misalnya. Biasanya dengan memiliki keterampilan di bidang yang akan dijalani mereka lebih percaya diri.

      4.  Wanita biasanya lebih peka dalam menganalisis keadaan di sekitarnya. Jika karakteristik ini dapat dimanfaatkan dengan baik dapat membantu seorang pebisnis wanita menemukan ide-ide cemerlang untuk pengembangan usaha.

      5.  Wanita lebih ulet dan sabar dalam bekerja.

      6.  Wanita juga sudah terbiasa mengurus keuangan rumah tangga, sehingga lebih jeli dan detil dalam mengelola keuangan sebuah usaha. Begitu juga dalam me-manage waktu. Wanita identik terbiasa membuat diari, catatan harian atau agenda, yang bisa dijadikan panduan untuk melangkah. (SH)

      Dikutip dari: wirausaha.com edisi Mar 14, 2007

       

      Lebih Dekat dengan Tamu Bulanan

      Lebih Dekat Dengan Tamu Bulanan

      Penyusun: Ummu Salamah

      “Iiiih Kok jadi sensi gitu sih?”
      “Lho… Lho masalah kecil saja ditangisi…”
      “Uhhh… sakit banget!!!”
      “Jangan ganggu aku deh, aku lagi kesel nih!!!”

      Kira-kira komentar seperti itulah yang keluar saat ‘tamu bulanan’ kita datang, atau biasa kita sebut menstruasi. Bagaimana fisiologi terjadinya dan pengaruhnya pada emosi kita? Apa saja yang bisa dipersiapkan untuk menyambut ‘tamu’ spesial kita yang satu ini?

      Menstruasi

      Menstruasi adalah proses meluruhnya dinding endometrium uterus karena terjadinya penurunan drastis hormon progesteron secara tiba-tiba.

      Fisiologi Siklus Menstruasi

      Panjang siklus bervariasi dari 23 hari atau kurang untuk siklus pendek dan lebih dari 35 hari untuk siklus yang panjang. Ada sejumlah perempuan yang siklusnya teratur, sementara ada pula yang bervariasi sampai dengan 7 hari. Untuk lebih memudahkan pemahaman, pada tulisan ini kita gunakan rata-rata siklus 28 hari.

      Siklus menstruasi di bawah kontrol hormon seks. Untuk memudahkan, siklus ini dibagi dalam 2 fase, yaitu fase sebelum ovulasi dan fase setelah ovulasi.

      Ukhtiy Harus Tahu!
      Siklus Menstruasi itu berbeda dengan
      Masa menstruasi

      1. Fase sebelum ovulasi - dikontrol oleh FSH dan esterogen.

      Kelenjar pituitari pada dasar otak akan mengeluarkan FSH yang akan merangsang pematangan folikel di ovarium (indung telur). Pematangan folikel ini akan meningkatkan produksi esterogen.

      Pada saat kenaikan esterogen mendekati ovulasi, terjadi perubahan – perubahan sebagai berikut:

      • Endometrium (selaput lendir rahim) menebal.
      • Serviks menjadi panjang dan lunak serta terbuka.
      • Lendir serviks yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar pada serviks menjadi lendir yang bersahabat dengan sperma.
      • Peningkatan garam, gula, dan asam amino untuk memberikan makanan pada sperma.
      • Peningkatan cairan sampai dengan 10 kali peningkatan volume lendir.
      • Lendir yang subur terdiri dari 98% air – transparan, berkilat, licin, elastis yang disebut efek spinnbarkeit.
      • Struktur lendir yang subur bila dilihat dengan menggunakan nuclear magnetic resonance memperlihatkan jaringan yang jarang sehingga dapat dilewati oleh sperma.
      • Suhu menetap pada tingkat yang rendah.

      Ketika esterogen mencapai tingkat tertentu dalam darah, kelenjar pituitari distimulasi untuk menghasilkan LH yang meningkat cepat yang kemudian akan menimbulkan ovulasi (pecahnya folikel yang matang dan mengeluarkan ovum) dalam 36 jam kemudian.

      2. Fase setelah ovulasi – dikontrol oleh progesteron.

      Setelah ovulasi, LH menyebabkan pecahnya folikel yang kemudian folikel tersebut akan berkembang menjadi korpus luteum, yang memproduksi progesteron.

      Di bawah pengaruh progesteron terjadi perubahan-perubahan:

      • Endometrium melunak guna mempersiapkan diri untuk menerima implantasi (penempelan) telur yang telah dibuahi.
      • Serviks memendek, keras, dan tertutup.
      • Lendir serviks menjadi tidak bersahabat untuk mencegah penetrasi sperma.
      • Setelah ovulasi terdapat perubahan status kesuburan – jaringan filamen-filamen menjadi lebih padat membentuk lendir yang tebal yang mencegah penetrasi sperma. Sperma secara cepat akan dirusak oleh cairan vagina yang bersifat asam.
      • Suhu akan meningkat sekitar 0,2˚C atau lebih.

      Korpus luteum akan bertahan sekitar 14 hari, kemudian akan kisut dan mati; progesteron akan turun; suhu turun; dan endometrium akan mengalami disintegrasi sehingga terjadilah menstruasi dan lengkaplah satu siklus.

      Ovulasi

      Ovulasi hanya terjadi satu hari saja dalam satu siklus dan bila tidak terjadi kehamilan, 2 minggu kemudian diikuti oleh masa menstruasi. Biasanya jangka waktu antara ovulasi dan menstruasi berikutnya tidaklah berbeda jauh. Lamanya siklus menstruasi bergantung pada variasi waktu sejak awal siklus sampai ovulasi. Terjadinya ovulasi menentukan lamanya siklus.

      Lamanya waktu sejak awal menstruasi sampai ovulasi bisa bermacam-macam. Ovulasi seringkali tertunda pada saat-saat seseorang mengalami stres, masa menyusui dan masa pra menopause.

      Pada satu hari ovulasi dalam suatu siklus, satu atau dua sel telur siap untuk dibuahi. Hidup sel telur tidak lebih dari 24 jam, sedangkan masa hidup sel sperma berbeda-beda. Bila tidak ada lendir yang menunjang kelangsungan hidupnya, sel sperma tidak bisa bertahan hidup lebih dari satu jam atau sekitar itu. Namun dengan adanya lendir cervix yang baik, sel sperma bisa bertahan hidup sampai 2 atau 3 hari, bahkan kadang bisa sampai 4 atau 5 hari lamanya.

      PMS (Pra Menstruasi Sindrom)

      Menstruasi biasanya identik dengan PMS, setiap wanita mengalami keluhan menjelang menstruasi. Sekitar 85% wanita mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa ini.

      Gejala yang paling mudah dilihat dari sindrom pra menstruasi ini adalah mudah marah, depresi, lelah dan tubuh agak membengkak. Selain itu, biasanya juga terjadi penumpukan cairan dengan payudara yang agak membengkak, ukuran panggul bertambah besar, wajah terlihat sembab, sakit kepala, dan nyeri di bagian perut. Perubahan-perubahan mood, seperti mudah marah, meledak-ledak, dan sering menangis juga kerap menandai munculnya premenstrual syndrome (PMS) ini.

      Yang lebih gawat adalah PMS pun dapat menimbulkan depresi, terkadang sampai memunculkan perasaan ingin bunuh diri, dan bahkan keinginan melakukan kekerasan kepada diri sendiri ataupun ke orang lain.

      Sayangnya, hingga kini penyebab pasti timbulnya PMS belum diketahui. Namun, gejala-gejala PMS tadi diperkirakan berhubungan dengan meningkatnya hormon-hormon wanita seperti yang telah dijelaskan di awal -estrogen dan progesterone- dalam hari-hari menjelang menstruasi. Nah, ketika gejala-gejala tersebut makin hebat dan menganggu aktivitas sehari-hari pada setiap bulannya, ada baiknya Ukhtiy berkonsultasi ke dokter.

      Inilah beberapa fakta seputar PMS, termasuk bagaimana cara meringankannya:

      1. Telat datang bulan, hal biasa.
      Kejadian ini berhubungan dengan tingkat stres yang dialami sehingga kerja hormon terhambat dan menyebabkan silklus menstruasi pun terganggu. Maka dari itu, perhatikan jadwal kuliah/kegiatan Ukhtiy, apakah saat ini Ukhtiy dikejar tenggat waktu soal kuliah, tugas, atau amanah lain. Bila saja Ukhtiy perhatikan, adanya stres ini dapat membuat menstruasi Uktiy terlambat.

      2. Tidak sebanyak yang Ukhtiy pikirkan.
      Ukhtiy tidak perlu takut kehilangan jumlah darah terlalu banyak. Secara rata-rata, setiap bulannya seorang wanita hanya kehilangan sekitar 3 ons darah.

      3. Lama atau sebentar itu normal.
      Kebanyakan wanita akan mengeluarkan darah sekitar dua hari sampai tujuh hari. Bila menstruasi Anda lebih dari delapan hari, itu belum tergolong masalah besar.

      4. PMS yang bukan PMS
      Wanita yang mengalami sakit hebat saat menstruasi itu melebihi gejala umum sangat mungkin terkena premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Wanita yang menderita PMDD juga memiliki gejala-gejala sama layaknya PMS, seperti sakit kepala, nyeri sendi dan otot, tubuh dan payudara membengkak. Gejala-gejala yang secara umum terjadi, akan menghilang saat berlangsungnya menstruasi.

      Apa yang dapat Ukhtiy lakukan?

      Untuk mengurangi beberapa kondisi yang tidak nyaman menjelang PMS, coba lakukan beberapa hal di bawah ini:

      1. Buatlah semacam diary atau jurnal yang mencatat kapan gejala-gejala itu muncul. Dengan demikian, Ukhtiy mempunyai patokan waktu yang tepat untuk mengatasinya.
      2. Agar sehat, makanlah sedikit tetapi sering. Jika Ukhtiy menderita konstipasi, konsumsilah bahan makanan yang mengandung banyak serat.
      3. Saat sedang minum obat diuretik, biasanya Ukhtiy akan lebih sering buang air kecil yang memungkinkan mineral penting ikut terbuang. Karena itu, tambah makanan yang mengandung potassium (buah, makanan laut, kacang-kacangan), juga makanan, minuman ekstra atau suplemen yang mengandung vitamin B dan C.
      4. Untuk mengurangi terjadinya penumpukan cairan, sebisa mungkin kurangi garam dalam makanan Ukhtiy. Garam bisa menyerap air dan hal ini dapat meningkatkan pembengkakan.
      5. Perbanyak waktu istirahat untuk menghindari kelelahan. Selain itu cobalah menghindari situasi yang bisa membuat Ukhtiy stres.
      6. Coba bicarakan perasaan Ukhtiy kepada sahabat yang dapat dipercaya dan dapat mendengarkan keluhan Ukhtiy. Pastikan pula keluarga tahu mengenai kondisi Ukhtiy.
      7. Cobalah minum beberapa ramuan tumbuhan tertentu yang telah terbukti membantu meningkatkan kesehatan wanita, misalnya kunyit asam, dan lain-lain.

      Alhamdulillah, mudah-mudahan setelah tahu seluk-beluknya kita bisa menyambut ‘tamu’ kita yang satu ini dengan penuh senyum dan kehangatan. Ditunggu ya kabar baiknya mulai bulan depan…

      (Maroji’:www.medicastore.com\cyberWOMANHEALTH.htm\MER-C.com)

      dikutip sepenuhnya dari Muslimah.or.id 



      DI ATAS SAJADAH CINTA

      DI ATAS SAJADAH CINTA

      Data Buku

      Judul Buku : Di Atas Sajadah Cinta

      Penulis : Habiburrahman El-Shirazy

      Penerbit : Diterbitkan bersama oleh Republika, MD Entertainment dan Basmala

      Dimensi buku : 20,5 X 13,5 cm; 265 halaman

      Dia Atas Sajadah Cinta adalah judul buku yang diambil dari Judul Cerpen pembuka dari buku antologi cerpen ini. Kisahnya begitu mengharukan, tentang cinta antara Zahid, pemuda Kufah yang sholeh dengan si jelita Afirah yang hidupnya penuh dengan glamoritas. Zahid melamar Afirah pada ayahnya namun ditolak karena Ayah Afirah telah menerima pinangan Yasir pemuda kaya raya namun berakhlak bejat. Keduanya begitu menderita. Afirah pingsan saat ayahnya menolak lamaran Zahid. Zahidpun jatuh sakit. Dalam suratnya pada Zahid Afirah menawarkan pada Zahid untuk memadu cinta. Zahid membalas bahwa sakit dan deritanya tak semata-mata karena rasa cintanya pada Afirah. Sakitnya juga karena dia enginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan dan diridhai Allah. Bersama suratnya, Zahid mnyertakan sorban. Sejak menerima surat Zahid Afirah meninggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih itu ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah SWT. Keduanya benar-benar larut dalam samudra cinta kepada Allah SWT, Allah yang Maha Rahman dan Rahim. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di Masjid Kufah.

      . Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah:

      Kepada Zahid,

      Assalamu’alaikum

      Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hambaNya. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasulullah saw secepatnya.

      Wassalam,

      Afirah

      Subhanallah, Kang Abik memang ahli dalam meramu tulisan fiksi Islami. Setelah sukses dengan beberapa buku best seller-nya, ayat-ayat Cinta, Kang Abik juga merangkai kisah-kisah penuh makna dalam buku Di Atas Sajadah Cinta ini. Didalamnya ada 38 Cerpen. Cerita-cerita di dalamnya sarat hikmah, menyentuh. Semoga Di atas Sajadah Cinta, menjadi Kisah-kisah teladan Islami Peneguh iaman dan penentram jiwa, seperti tertulis di sampulnya. Buku ini layak dibaca siapa saja yang ingin menggugah jiwa dan nuraninya.

      Ditulis dalam resensi buku. 2 Komentar »

      ANCAMAN GLOBAL FREEMASONRY

      ANCAMAN GLOBAL FREEMASONRY

      Data Buku

      Judul Asli : GLOBAL FREEMASONRY

      Judul Terjemahan : Ancaman Global Freemasonry

      Penulis : Harun Yahya

      Alih Bahasa : Halfino Berry

      Penerbit : Dzikra

      Ketebalan : 184 halaman


      Selama berabad-berabad, Freemasonry telah memancing banyak diskusi. Sebagian orang menuduhkan aneka kejahatan dan hal buruk yang fantastis kepada Masonry. Alih-alih mencoba memahami persaudaran tersebut dan mengkritisinya secara objektif, mereka bersikap sangat bermusuhan terhadapnya. Sebaliknya, para Mason kian bersikukuh dengan tradisis tutup mulut sebagai klub sosial biasa yang bukanlah bentuk sejati mereka.

      Buku ini berisi paparan yang pas tentang Masonry sebagai suatu aliran pemikiran. Pengaruh terpenting yang menyatukan para Mason adalah filsafat mereka yang paling tepat dideskripsikan sebagai materialisme dan humanisme sekuler. Namun Masonry adalah suatu filsafat keliru yang berlandaskan pada berbagai anggapan yang salah dan teori yang cacat. Inilah hal mendasar yang menjadi titik tolak untuk mengkritisi Masonry.

      Dalam buku ini, Anda juga akan menemukan sebuah ringkasan sejarah perjuangan para Mason melwan agama-agama ketuhanan. Freemason telah memainkan peranan penting dalam menjauhkan Eropa dari agama, dan sebagai gantinya, mendirikan sebuah ordo baru yang berasaskan filosofi materialisme dan humanisme sekuler. Anda juga akan melihat betapa berpengaruhnya Masonry dalam penyebaran dogma-dogma tersebut–dan aturan-aturan yang berlandaskannya—terhadap peradaban non-Barat.


      Dengan membaca buku ini, kita menjadi tahu hubungan yang sangat erat antara Ksatria Templar<buat yang udah baca Da Vinci Code pasti tidak asing lagi>, Kabbalah<agamanya Madonna, Britney dkk>, Materialisme, Evolusi, Atheisme, Nazi, dan banyak hal-hal besar yang mempengaruhi pola piker manusia di dunia ini. Buku ini layak dibaca oleh pembaca yang gemar dan haus ilmu akan segala sesuatu tentang Yahudi, buat yang ngaku cinta Palestina, buat yang selama ini ternyata mengikuti Mason tanpa disadarinya, dan buat siapa saja yang ingin menigkatkan keimanan pada Allah SWT. Dengan magazine paper yang disertai gambar-gambar full color, buku ini semakin menarik untuk dibaca. Dulu aku beli ini waktu ada BookFair di JCC Senayan-Jakarta di stan Syaamil. Harganya diskon, dari 48ribu jadi 26ribu
      .

      di sini kumenanti

      waiting.jpgTernyata tak mudah untuk bersabar, baik dalam kesenangan maupun kesusahan, menjalankan ibadah dan melaksanakan perintah maupun dalam menjauhi larangan.

      Aku sedang mencoba untuk bersabar dalam penantian panjangku, menunggu kedatangan suamiku yang hingga kini masih jadi rahasia besar dalam hidupku. Suami yang kudambakan dapat menjadi teman hidupku, mengiringi langkah-langkahku, menjadi penjaga hatiku.

      Suamiku, dimanakah dirimu? Bagaimanakah caranya kita bertemu? Hmm…no body knows..Hanya ALLAH saja yang Maha Tahu segalanya.Di tanganNya tergenggam segala rahasia.

      Ya Allah, sungguh aku merindukan kehadirannya. Semoga dengannya dapat ku raih cintaMu, ridhaMu.Pula aku berdoa semoga denganku suamiku dapat menggapai cintaMu.kuharapkan langkahku dan langkahnya serempak di jalanMu tuk menggapai ridho Mu.Dalam setyiap do`a kupinta semua itu. Maafkan aku ya Rabb, jika doaku berlebihan, namun itulah yang aku rasakan saat ini, Engkaupun tahu itu.

      Jujur aku iri pada orang-orang yang kini sedang berbahagia karena sudah bertemu dengan sang belahan jiwa. Semoga aku bukan termasuk golongan pendengki, aku Cuma ingin merasakan kebahagiaan yang sama, itu saja. Tentu ridhaMulah yang kuharapkan dalam kebahagiaan yang kuinginkan.

      Manna, menjelang tengah malam

      8 Februari 2007

      20 muharram 1428 h

      Ditulis dalam