aku bisa masak loh..

masak1.jpg

Ceritanya begini…

Minggu pertama tinggal di Manna, aku kesulitan mencariwarung yang masakannya

cocok dengan lidahku. Ada sih..namanya Warung Lesehan, masakan Jawa. Seminggu berturut-turut aku dan sekamarku beli di warung itu. Tapi kok bosen yach…udah gitu mahal juga, sekali makan7 ribu, huh..bikin bokek. Akhirnya kami sepakat mulai minggu depan masak sendiri. Alhamdulillah ada teman sekantor yang menghibahkan kompor minyak..jadi ga perlu beli, makasih mang Ade..Ada juga Mba Sri yang ngasih jerigen minyak, matur nuwun..

Untuk memulai memasak, Kami pergi ke Pasar Ampera, pinjem motor Mba Sri..beli beberapa macam sayur..Aku masih ingat pertama kalinya kami masak oseng kangkung..besoknya sayur asem kangkung…pokoknya kangkungen de..ngantuk2 mulu..

Ternyata masak itu tidak terlalu sulit, apalagi kalo masaknya yang gampang2 kaya oseng, sop, sayur bening dll. Lauknya juga yang gampang2 aja, tempe tahu goreng, tempe tahu bacem, tempe tahu tepung, tahu isi, telor balado dll..

yang dibutuhkan untuk masak yang penting itu kemauan..soal takaran bumbu dan bahan secukupnya.. pake feeling aja..so, jangan takut masak..

masak2.jpg

Ditulis dalam masak-masak. 1 Komentar »

aroma kristenisasi di manokwari

injil.jpgMeningkatnya ghirah berislam di Indonesia yang ditandai dengan diterbikannya Perda-Perda berbasis Islam seperti di Tangerang, Tasikmalaya, Marisa dan banyak kota/kabupaten di Indonesia ternyata membuat gerah para musuh Allah. Mereka tak mau kalah. Di Manokwari, yang akan dicanangkan sebagai Kota Injil, saat ini sedang disusun rancangan Peraturan Daerah yang berbasis Injil. Terdapat beberapa hal yang dipaksakan dalam raperda tersebut, diantaranya :

1. Pelarangan pemakaian busana muslimah di tempat-tempat umum

2. Pembolehan pemasangan simbol-simbol kristen di kantor-kantor dan tempat-tempat umum

3. Pelarangan membangun masjid di daerah yang sudah ada gereja. Bila akan membangun masjid, harus dengan izin 3 organisasai masyarakat yang anggotanya berjumlah 150 orang.

Keterlaluan memang. Mereka sendiri yang memulai benih-benih perpecahan. SARA. Makar. Mentang-mentang mayoritas berbuat sewenang-wenang. Ini jelas-jeas melanggar HAM. Melanggar Pancasila dan UUD 1945. Padahal dimanapun meskipun umat muslim mayoritas, hak-hak non-muslim dilindungi.

Raperda ini telah menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI), Prof Eko Prasojo, misalnya, menilai upaya itu merupakan bentuk pelaksanaan otonomi daerah (Otda) yang kebablasan. ”Perda seperti itu berpotensi menciptakan daerah yang tersekat-sekat berdasarkan agama, budaya atau suku,” katanya kepada Republika, Sabtu (24/3). Fraksi PKS DPR RI malah menilai usulan itu bertentangan dengan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menilai tak boleh ada Perda yang hanya berlaku untuk satu etnis, agama atau suku tertentu.(ROL, Senin 26/3).

Jika mereka tetap ngotot untuk mengesahkan perda tersebut, artinya mereka mengajak ‘perang’ umat Islam. Umat Islam yang bagaikan satu tubuh dimanapun berada akan selalu siap membela saudara-saudaranya di Manokwari sana. Bagaimana dengan kita?

NB :

Berita selengkapnya dapat Anda baca di http://www.republika.co.id tanggal 23 Maret 2007 dengan judul ‘Pemda Manokwari Godok Raperda Berbasis Injil‘ dan tanggal 26 Maret 2007 dengan judul Raperda Kota Injil, Otda yang Kebablasan’

Ditulis dalam dakwah. 19 Komentar »

tarif transjakarta naik…

busway is my way..(oh yeah??)

Dari koran tempo, rabu 11 maret 2007, disebutkan tarif transjakarta naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000

HUH…pak sutiyoso ni ada2 saja kebijakannya, dah mau lengser juga naikin tarif. emang si, aku sekarang uadah ga di jakarta, bukan lagi konsumen busway, tapi ya aku ga setuju dengan kebijakan bang yos. gimana mau setuju, wong warga jakarta tanpa kenaikan tarif busway aja udah susah. banjir rutin tiap musim hujan , kemacetan yang mem-betekan, polusi, anak jalanan , dan sederet masalah yang hingga kini tak terpecahkan.

Kadang aku mikir kok kebijakan pemprov DKI banyak sekali yang tidak populer, ga memihak kepentingan rakyat, terutama rakyat kecil. contohnya saja proyek busway yang menggeser bahkan meniadakan bis-bis kota dengan trayek yang sama dengan jalur busway. kini setelah banyak warga jakarta yang menggunakan busway, pemda DKI justru malah menaikkan tarif busway. bayangkan, para pengguna busway yang sebagian besar berpenghasilan kurang dari 2 juta akan mengalami penurunan pendapatan riil dan daya beli karena mereka harus mengalokasikan penghasilannya untuk menutupi kenaikan tarif ini. belum lagi mereka yang punya kendaraan pribadi bisa jadi akan kembali beralih menggunakan mobilnya untuk bertransportasi di Jakarta karenya banyaknya ketidaknyamanan busway, seperti jembatan yang terlalu panjang dan berputar, halte yang tidak representatif, membludaknya penumpang saat jam berangkat dan pulang kerja dan lain-lainnya.

Dengan meniadakan beberapa rute yang sama denagn busway dan menaikkan tarif bausway, pemprov DKI seolah-olah mengadakan monopoli dalam transportasi di DKI Jakarta. Penumpang tidak diberikan pilihan yang banyak dalam bertransportasi.

Anyway..aku kurang setuju dengna kebijakan pemda DKI yang satu ini, juga dengan beberapa kebijakan lainnya. Semoga kedepan pemprof DKI dapat lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan . Semoga Pilkada DKI mendatang akan melahirkan pemimpin DKI yang takut pada Allah dan sayang pada rakyat, amin…

Berita selengkapnya dapat Anda baca di http://www.tempointeraktif.com, Ketika Terif Busway Dinaikkan 

Ditulis dalam sosial. Leave a Comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!